Mengenal MICS, Metode Operasi Jantung dengan Pemulihan Lebih Efisien
Poetri Hanzani September 02, 2026 04:34 PM

GridHEALTH.id- Kesehatan jantung menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan karena jantung memiliki peran utama dalam menjaga kelancaran fungsi tubuh.

Seiring bertambahnya usia dan munculnya berbagai faktor risiko, kesehatan jantung dapat mengalami perubahan yang perlu diwaspadai.

Karena itu, upaya menjaga kesehatan jantung tidak hanya berkaitan dengan menerapkan pola hidup sehat, tetapi juga memastikan kondisi jantung mendapatkan pemeriksaan dan penanganan yang tepat ketika muncul gangguan.

Perkembangan teknologi dan metode medis saat ini pun turut membuka lebih banyak pilihan dalam penanganan penyakit jantung, termasuk melalui prosedur yang dirancang untuk memberikan hasil optimal dengan proses pemulihan yang lebih nyaman bagi pasien.

Salah satu kondisi yang membutuhkan perhatian adalah ketika pembuluh darah jantung mengalami penyempitan atau penyumbatan. Kondisi tersebut dapat mengganggu aliran darah dan oksigen yang dibutuhkan oleh otot jantung.

Jika penyumbatan cukup berat, Bedah Pintas Arteri Koroner (BPAK) atau Operasi Bypass Jantung yang dikenal sebagai Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dapat menjadi salah satu pilihan penanganan.

Operasi Bypass Jantung (CABG) merupakan prosedur untuk membuat jalur baru atau jalur pintas bagi aliran darah sehingga dapat melewati pembuluh darah koroner yang mengalami penyumbatan. Dengan terbentuknya jalur baru tersebut, aliran darah dan suplai oksigen ke otot jantung diharapkan dapat kembali berjalan dengan lebih baik.

Namun, operasi bypass tidak selalu harus dilakukan dengan metode konvensional. Di Heartology Cardiovascular Hospital, prosedur ini juga dapat dilakukan dengan pendekatan Minimal Invasive Cardiac Surgery (MICS). Metode ini menggunakan sayatan yang lebih kecil dan tidak memerlukan pembelahan tulang dada, sehingga proses pemulihan pasien relatif lebih cepat.

“Pada operasi konvensional, tulang dada (sternum) yang dibelah membutuhkan waktu untuk menyatu dan proses penyembuhannya dapat berlangsung hingga sekitar 12 minggu. Pada MICS, tulang dada (sternum) tetap utuh. Ini berarti pasien tidak perlu menjalani proses penyembuhan tulang dada tersebut, sehingga pemulihan dapat menjadi lebih efisien. Selain itu, risiko komplikasi yang berkaitan dengan tulang dada, termasuk infeksi tulang dada, juga dapat lebih rendah,” ujar dr. Widya Trianita Suwatri, Sp.BTKV, Subsp. JD(K), dokter spesialis bedah toraks, kardiak, dan vaskular Heartology Cardiovascular Hospital.

Bukan Sekadar Luka Sayatan yang Lebih Kecil, tetapi Apa Dampaknya bagi Pasien?

Pendekatan MICS pada operasi bypass bukan hanya berkaitan dengan ukuran sayatan yang lebih kecil. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa metode ini juga memberikan hasil yang menjanjikan dalam mencapai tujuan utama operasi bypass, yaitu mengembalikan aliran darah ke pembuluh koroner yang mengalami penyumbatan.

Salah satu studi yang membandingkan MICS CABG dengan CABG konvensional melalui pembelahan tulang dada (sternotomi) pada pasien dengan multivessel disease menunjukkan bahwa 95,5% pasien MICS CABG berhasil mendapatkan complete revascularization, dibandingkan dengan 96,3% pada operasi melalui sternotomi.

Artinya, meskipun prosedur dilakukan melalui sayatan yang lebih kecil, pasien tetap dapat memperoleh revaskularisasi komplit pada seluruh target pembuluh darah. Hasil evaluasi angiografi setelah operasi yang dilakukan sebelum pasien pulang juga menunjukkan hasil yang baik. Sebanyak 96,2% graft pada kelompok MICS CABG dinyatakan baik.

“Kalau dijelaskan secara sederhana, angka tersebut menunjukkan bahwa sayatan yang lebih kecil tidak berarti bypass yang dilakukan menjadi lebih sedikit atau kurang optimal. Tujuan utama operasi tetap tercapai, yaitu membuat jalur baru agar darah dapat melewati pembuluh darah koroner yang tersumbat dan kembali menyuplai otot jantung. Complete revascularization pada MICS CABG mencapai 95,5%, hampir sebanding dengan 96,3% pada operasi konvensional. Jadi, yang kita minimalkan adalah sayatan operasinya, bukan target pembuluh darahnya,” jelas Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV, Subsp.JD(K), MARS, Dokter Spesialis Bedah Kardiotoraks dan Vaskular Heartology Cardiovascular Hospital.

Selain hasil revaskularisasi yang tetap optimal, manfaat pendekatan minimal invasif juga terlihat pada aspek perdarahan selama operasi.

Penelitian lain pada pasien penyakit jantung koroner dengan diabetes mellitus tipe II menunjukkan bahwa pasien yang menjalani MICS CABG memiliki risiko perdarahan intraoperasi yang lebih rendah, dengan median 600 mL dibandingkan 700 mL pada pasien yang menjalani CABG konvensional.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa manfaat pendekatan minimal invasif tidak hanya berkaitan dengan ukuran luka operasi. Metode ini juga berpotensi mengurangi kebutuhan transfusi darah sekaligus mendukung proses pemulihan pasien setelah operasi.

“Bagi pasien, angka tersebut menunjukkan bahwa kita tetap berupaya mencapai hasil operasi bypass yang optimal dengan trauma operasi yang lebih minimal. Ketika perdarahan selama operasi dapat ditekan dan tulang dada (sternum) tidak perlu dibelah, proses pemulihan pasien berpotensi menjadi lebih efisien. Karena itu, keberhasilan operasi bukan hanya tentang memastikan bypass berjalan dengan baik, tetapi juga membantu pasien agar dapat pulih dan kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih cepat dan nyaman,” tambah Dr. dr. Dudy Arman Hanafy, Sp.BTKV, Subsp.JD(K), MARS.

Pada akhirnya, pilihan metode operasi bypass perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien, termasuk karakteristik penyumbatan pembuluh darah, kondisi kesehatan secara keseluruhan, serta hasil evaluasi dokter.

Kehadiran pendekatan MICS memberikan alternatif penanganan yang berupaya mempertahankan efektivitas operasi sekaligus meminimalkan trauma pembedahan.

Dengan pemilihan metode yang tepat dan penanganan oleh tim medis yang berpengalaman, pasien diharapkan dapat menjalani proses pemulihan dengan lebih optimal dan kembali beraktivitas secara bertahap.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.