TRIBUNJAKARTA.COM, KRAMAT JATI - Pedagang ikan di Jalan Raya Bogor, Kramat Jati, Jakarta Timur yang direlokasi ke lokasi binaan (Lokbin) Kramat Jati mengaku kehilangan pembeli.
Pedagang kerang dan kepiting, Alvin mengatakan sejak tiga hari terakhir berjualan di Lokbin Kramat Jati banyak dagangannya yang justru terbuang karena sepi pembeli.
Alasannya banyak langganan yang belum mengetahui bahwa dia dan pedagang ikan lain kini sudah pindah dari tempatnya berjualan di bahu Jalan Raya Bogor ke Lokbin Kramat Jati.
"Alhamdulillah kita makasih banyak direlokasi. Cuma langganan yang biasa,. restoran belum tahu. Kemarin (kerang) terbuang hampir satu kuintal dua puluh kilogram," kata Alvin, Rabu (2/8/2026).
Meski letak Lokbin Kramat Jati masih berada pada satu area dengan lokasi pedagang sebelumnya berjualan, tapi banyak masyarakat yang belum mengetahui relokasi.
Atas hal tersebut para pedagang berharap Pemprov DKI Jakarta membantu mempromosikan relokasi ratusan pedagang ikan di sepanjang ruas Jalan Raya Bogor ke Lokbin Kramat Jati.
Selain masalah promosi, para pedagang juga meminta agar Pemprov DKI Jakarta menambah kapasitas parkir di Lokbin Kramat Jati untuk memudahkan para pembeli yang datang.
"Mungkin ditambah spanduk lah, bahwa di sini udah pada pindah begitu, direlokasi. Sama lahan parkir ini masih minim, sekarang tempat parkir paling muat sekitar 50 motor saja," ujarnya.
Alvin menuturkan kapasitas lahan parkir untuk pembeli tersebut tidak sebanding dengan jumlah pedagang ikan yang direlokasi ke Lokbin Kramat Jati, yakni sebanyak 193 pedagang.
Sehingga para pedagang berharap Pemprov DKI Jakarta dapat menambah ketersediaan kantong parkir kendaraan bagi pembeli yang berbelanja di Lokbin Kramat Jati.
Sementara terkait fasilitas penunjang lain, para pedagang berharap adanya kipas angin untuk sehingga pembeli dapat lebih nyaman ketika datang berbelanja ke Lokbin Kramat Jati.
"Kalau secara tempat mah Alhamdulillah bagus sih, lampu cukup. Cuma kalau bisa ada kipas angin, biar nyaman. Ya harapannya setelah direlokasi bisa ramai pembeli," tuturnya.