Galeri Foto: Minyak Nabati Padamkan Bencana Karhutla di Guntung Damar Banjarbaru
Ratino Taufik September 02, 2026 05:48 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang selalu berulang, seolah sudah seperti momok yang menjadi "sahabat" bagi masyarakat yang tinggal di Pulau Kalimantan. 

Saat kemarau malanda, masyarakat yang tinggal di pulau yang memiliki segudang sumbar daya alam ini, harus merasakan derita sesaknya bernafas ditengah kepungan kabut asap. 

Hampir setiap tahun ribuan personil diterjunkan. Armada baik darat maupun udara dikerahkan. Angaran triliunan rupiah digelontorkan pemerintah untuk penanganan karhutla.

Di Provinsi Kalimantan Selatan ratusan titik hotspot terdeteksi. Karhutla sudah menghanguskan ribuan hektar hutan dan lahan. Satgas darat dan satgas udara terus bergerak tidak mengenal waktu dalam upaya pemadaman agar tidak terus meluas.

Berbagai upaya dan metode dilakukan untuk mengatasi dan memadamkan kobaran api karhutla. Mulai dari membangun kanal, menyiapkan bioflok tempat air di titik rawan kebakaran, hingga menghadirkan mesin penyedot air kapasitas besar dan melakukan penyemprotan dengan bahan tepung.

Baca juga: 2.331 Kali Karhutla di Kalsel Sepanjang 2026, Lebih 12 Ribu Hektare Lahan Terdampak

Terbaru, sebuah inovasi dilakukan oleh Polda Kalimantan Selatan untuk memadamkan karhutla, yakni dengan menggunakan minyak nabati dari kelapa dan kelapa sawit yang dicampur Surfaktan.

Ditemui di kawasan Guntung Damar Desa Tegal Arum Kelurahan Syamsudin Noor Banjarbaru, anggota Dit Labfor Narkoba Forensik Polda Kalsel AKP Melya Rahma Widyana mengungkapkan, formula ini mampu memutus rantai oksigen ke dalam tanah, sehingga menghambat terjadinya proses pembakaran.

"Surfaktan berguna untuk menghasilkan busa, busa ini ketika disemprotkan bisa menutup rantai oksigen. Jadi sifatnya dia menutup suplai oksigen kedalam tanah. Karena ini lahan gambut, jadi bisa bermeter-meter ke bawah yang terbakar. Karena itulah Polda Kalsel berinovasi menggunakan metode perforasi vertikal dengan sistem suntik ke dalam tanah dari pipa-pipa yang sudah dilubangi. Diharapkan cairan surfaktan ini sampai ke dalam tanah membuat air lebih efektif dalam pemadaman, jadi Insyaallah dengan menggunakan surfaktan ramah lingkungan ini pemadaman di lahan gambut lebih efektif," ungkapnya, Rabu (2/82026).

Ujicoba penyemprotan formula ini dilakukan di kawasan Guntung Damar, Desa Tegal Arum, Kelurahan Syamsudin Noor, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Air yang disemprotkan menjadi busa langsung memadamkan api dan menghilangkan asap yang keluar dari dalam tanah.

Dengan perbandingan 10 liter biang surfaktan dicampur dengan 1000 liter air bisa memutus luasan lahan yang terbakar.  Semoga dengan inovasi penyemprotan dengan bahan minyak nabati ini upaya penanggulangan karhutla di Kalimantan Selatan menjadi lebih efektif dan efisien. (banjarmasinpost.co.id/Aya Sugianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.