15 Kasus Karhutla di Pineleng Minahasa Selang Juli hingga Awal September 2026
Ventrico Nonutu September 02, 2026 06:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID – Sebanyak 15 kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tercatat terjadi di wilayah Kecamatan Pineleng dan sekitarnya selama periode Juli hingga awal September 2026.

Data tersebut disampaikan Kapolsek Pineleng IPTU Sem Marthin saat berada di lokasi kebakaran lahan di Perumahan Griya Warembungan Lestari 4 (Giwale), Desa Sea, Kecamatan Pineleng, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Rabu (2/9/2026) siang.

Lokasi kebakaran tersebut berada sekitar 13 kilometer dari pusat Kota Manado.

"Total sampai hari ini ada 15 kasus," kata IPTU Sem Marthin.

Kapolsek dua balok emas itu mengatakan, kejadian karhutla paling banyak ditemukan di wilayah Warembungan.

Selain itu, sejumlah kebakaran juga terjadi di wilayah Kecamatan Pineleng hingga daerah Kecamatan Mandolang.

Menurutnya, kondisi musim kemarau membuat lahan dan rerumputan menjadi lebih kering sehingga mudah terbakar.

Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Sem Marthin secara khusus mengimbau warga agar tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Jangan sekali-sekali membuang puntung rokok, karena ini mudah terbakar," ujarnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, terutama saat kondisi cuaca panas dan musim kemarau masih berlangsung.

Apabila warga melihat munculnya api dalam skala kecil, Sem Marthin meminta agar segera dilakukan langkah antisipasi.

Masyarakat dapat segera memadamkan api, termasuk dengan menyiramnya, sebelum api membesar dan sulit dikendalikan.

"Ketika memang terlihat ada api yang kecil, antisipasi segera dengan menyiram. Upaya-upaya langkah pencegahan perlu diperhatikan oleh masyarakat," katanya.

Selain itu, warga juga diingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.

Menurut Kapolsek, kebiasaan tersebut sangat berbahaya, terutama di tengah musim kemarau ketika vegetasi kering membuat api dapat dengan cepat merambat ke area lain.

"Kami mengimbau masyarakat jangan membuka lahan dengan cara membakar, apalagi di masa kemarau seperti ini," tegas mantan Kapolsek Kawangkoan itu.

(TribunManado.co.id/Pet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.