TRIBUNMANADO.CO.ID, Manado - Kecamatan Bunaken Kepulauan, Kota Manado, Provinsi Sulut, alami krisis air akibat musim kemarau.
Camat Bunaken Imanuel Mandak menuturkan, sejumlah mata air yang biasanya digunakan warga sebagai sumber air bersih berasa asin.
"Air sejumlah mata air berasa payau," katanya Rabu (2/9/2026) di Bunaken.
Menurut dia, keadaan yang cukup sulit terasa di Pulau Manado Tua.
Selama ini, warga disana hidup dari tampungan air hujan.
Ia mengucapkan terima kasih mengucapkan terima kasih pada Gubernur Sulut Yulius Selvanus dan Wali Kota Manado Andrei Angouw atas bantuan air bersih yang diterima warganya.
"Terima kasih pada Pak Gubernur dan Wali Kota atas bantuan air bersih kepada masyarakat Bunaken," kata dia.
Ungkap dia, warga sangat membutuhkan bantuan air bersih dari daratan.
Dan itu sudah dilakukan pemerintah.
"Dari Pemprov, Pemkot bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Polair," katanya.
Dikatakannya bantuan yang diberikan telah mengurangi penderitaan warga.
Warga sangat bersyukur.
"Kami sangat bersyukur meskipun warga masih butuh tambahan bantuan lagi," katanya.
Sementara pada Rabu (2/9/2026) Pemkot Manado bersama PDAM dan PELNI membawa bantuan air ke Bunaken Kepulauan.
Bantuan air yang dibawa berjumlah 16 ribu liter.
Amatan Tribun Manado, air dibawa dengan kapal.
Jarak antara Pelabuhan Manado dengan Pulau Bunaken kurang lebih 17 kilometer.
Setiba di Bunaken, air lantas diisi pada sejumlah tong besar.
Angelina Bajodo, Kabid Penanganan Darurat BPBD Manado menuturkan, bantuan air yang dibawa sebanyak 16 ribu liter.
"Ini disambut pak camat dan sekarang dalam proses pengisian," kata dia.
Menurut dia, bantuan air bersih ini merupakan upaya pemerintah menanggapi sulitnya air bersih akibat musim kemarau.
Diketahui sejumlah wilayah di kota Manado alami krisis air akibat musim kemarau.
Selain Bunaken Darat, ada Mapanget Barat dan Paniki Dua.
(TribunManado.co.id/Art)