BPS Catat Ekspor Lampung Januari-Juli 2026 Capai Rp63 Triliun, Didominasi Minyak Nabati hingga Kopi
taryono September 02, 2026 04:19 PM

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Nilai ekspor Provinsi Lampung sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$3,59 miliar atau sekitar Rp63,67 triliun.

Baca juga: Ardito Wijaya Tak Ajukan Banding, Vonis Kasus Tipikor Kini Inkracht

Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, nilai tersebut mencapai US$3.591,80 juta, turun tipis 0,15 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebesar US$3.597,29 juta.

Meski secara kumulatif mengalami penurunan, kinerja ekspor Lampung pada Juli 2026 justru menunjukkan pertumbuhan. Nilai ekspor pada bulan tersebut mencapai US$582,54 juta atau sekitar Rp10,32 triliun, meningkat 5,93 persen dibandingkan Juli 2025 yang tercatat US$549,93 juta.

Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Lampung, Hermawan Prasetyo, mengatakan penurunan ekspor secara kumulatif terjadi di tengah pertumbuhan ekspor pada Juli 2026.

"Nilai ekspor keseluruhan Provinsi Lampung di Januari-Juli 2026 mencapai 3.591,80 juta dolar AS, turun 0,15 persen dibanding Januari-Juli 2025 yang mencapai 3.597,29 juta dolar AS," ujar Hermawan, Rabu (2/9/2026).

Tiga Komoditas Utama Mendominasi Ekspor Lampung

Dari sisi komoditas, ekspor Lampung masih terkonsentrasi pada tiga kelompok utama, yakni lemak dan minyak hewan atau nabati, bahan bakar mineral, serta kopi, teh dan rempah-rempah.

Kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati menjadi penyumbang terbesar dengan nilai ekspor US$1.586,01 juta atau sekitar Rp28,12 triliun. Kontribusinya mencapai 44,16 persen dari total ekspor Lampung sepanjang Januari-Juli 2026.

Di posisi kedua, kelompok bahan bakar mineral mencatat nilai ekspor US$547,34 juta atau sekitar Rp9,70 triliun, dengan kontribusi 15,24 persen.

Sementara itu, kelompok kopi, teh dan rempah-rempah berada di urutan ketiga dengan nilai ekspor US$532,58 juta atau sekitar Rp9,44 triliun. Kontribusinya mencapai 14,83 persen.

Jika digabungkan, ketiga kelompok komoditas tersebut menyumbang US$2.665,93 juta atau sekitar 74,23 persen dari total ekspor Lampung selama Januari-Juli 2026.

Amerika Serikat Jadi Tujuan Ekspor Terbesar

Dari sisi negara tujuan, Amerika Serikat menjadi pasar ekspor terbesar Lampung sepanjang Januari-Juli 2026.

Nilai ekspor Lampung ke Amerika Serikat mencapai US$561,74 juta atau sekitar Rp9,96 triliun. Berikutnya adalah Tiongkok dengan nilai US$437,73 juta atau sekitar Rp7,76 triliun dan Belanda sebesar US$302,15 juta atau sekitar Rp5,36 triliun.

Ekspor Lampung ke tiga negara tersebut didominasi kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati.

Khusus ke Amerika Serikat, nilai ekspor kelompok lemak dan minyak hewan atau nabati mencapai US$364,36 juta atau sekitar Rp6,46 triliun.

Mayoritas Ekspor Melalui Pelabuhan di Lampung

Berdasarkan pelabuhan muat, sebagian besar aktivitas ekspor Lampung pada Januari-Juni 2026 dilakukan melalui pelabuhan yang berada di dalam Provinsi Lampung.

Nilai ekspor melalui pelabuhan di Lampung tercatat US$2.482,64 juta atau sekitar 82,50 persen dari total ekspor pada periode tersebut.

Sementara itu, ekspor yang menggunakan pelabuhan di luar Provinsi Lampung mencapai US$526,62 juta atau 17,50 persen.

Secara keseluruhan, ekspor melalui pelabuhan di dalam dan luar Lampung mencapai US$3.009,26 juta pada Januari-Juni 2026.

Kemudian, pada Juli 2026, ekspor Lampung tercatat US$582,54 juta. Dengan demikian, total ekspor Lampung sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$3.591,80 juta.

Impor Turun 24,22 Persen, Neraca Perdagangan Surplus Rp46,42 Triliun

Di sisi lain, nilai impor Lampung sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$973,40 juta atau sekitar Rp17,26 triliun.

Nilai tersebut turun 24,22 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai US$1.284,42 juta.

Tiga negara pemasok barang impor terbesar Lampung adalah Amerika Serikat dengan nilai US$174,65 juta atau sekitar Rp3,10 triliun, Jerman sebesar US$158,40 juta atau sekitar Rp2,81 triliun, serta Australia sebesar US$114,60 juta atau sekitar Rp2,03 triliun.

Dengan nilai ekspor yang jauh lebih besar dibandingkan impor, neraca perdagangan Lampung sepanjang Januari-Juli 2026 mencatat surplus US$2.618,40 juta atau sekitar Rp46,42 triliun.

Hermawan menjelaskan, surplus tersebut terutama berasal dari sektor nonmigas.

"Neraca perdagangan Provinsi Lampung selama Juli 2026 mengalami surplus 437,29 juta dolar AS. Surplus berasal dari transaksi perdagangan sektor nonmigas senilai 440,06 juta dolar AS, sementara sektor migas defisit 2,77 juta dolar AS," kata Hermawan.

Secara kumulatif Januari-Juli 2026, sektor nonmigas mencatat surplus US$2.661,11 juta atau sekitar Rp47,17 triliun. Sementara itu, sektor migas mengalami defisit US$42,71 juta atau sekitar Rp757,12 miliar.

Adapun pada Juli 2026, nilai impor Lampung mencapai US$145,25 juta atau sekitar Rp2,57 triliun. Angka tersebut meningkat 10,33 persen dibandingkan Juli 2025 yang sebesar US$131,66 juta.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.