Menyusut Drastis, Bendungan Way Jepara Lampung Timur Ditutup Sementara
Daniel Tri Hardanto September 02, 2026 04:19 PM

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, LAMPUNG TIMUR - Elevasi atau ketinggian air di Bendungan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, mengalami penurunan signifikan selama musim kemarau tahun ini. 

Baca juga: Air di Bendungan Batutegi Lampung Bisa Habis pada Februari 2027

Penurunan debit air tersebut berpotensi memengaruhi persiapan musim tanam mendatang jika curah hujan tak kunjung meningkat.

Petugas Pintu Air Bendungan Way Jepara, Sarno, menyampaikan bahwa permukaan air bendungan telah mengalami penurunan sejak awal Mei 2026.

"Kondisi bendungan kita saat ini terus mengalami penurunan. Elevasi air saat ini berada di angka 29,49 meter, jauh di bawah batas normalnya yang mencapai 36,89 meter," ujar Sarno, Rabu (2/9/2026).

Sarno menjelaskan, penyusutan air ini terjadi akibat minimnya asupan air (inflow) dari tiga sungai utama yang bermuara ke bendungan, yaitu Sungai Jepara, Sungai Jejaway, dan Sungai Way Habar. 

Asupan air terbesar sejatinya berasal dari Sungai Way Habar, namun alirannya terus mengecil dalam beberapa tahun terakhir akibat hambatan di bagian hulu.

Saat ini, debit inflow harian bendungan tercatat sekitar 1,26 meter kubik per detik. 

Meski sedikit lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya yang sempat menyentuh 0,8 hingga 0,9 meter kubik per detik, jumlah tersebut dinilai masih belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pasokan air jangka panjang.

Meski elevasi menyusut, Sarno memastikan bahwa pasokan air untuk musim tanam gadu (tahap dua) bagi wilayah irigasi bagian atas telah tersalurkan dengan baik hingga masa panen selesai 100 persen. 

Saat ini, operasional saluran irigasi dihentikan sementara (off) untuk penampungan cadangan air.

Untuk menghadapi musim tanam rendeng (musim hujan), pihak pengelola bendungan menargetkan pembukaan pintu irigasi kembali pada tanggal 1 November mendatang. Namun, pembukaan tersebut sangat bergantung pada perkembangan kondisi elevasi air.

"Rencana pembukaan irigasi musim rendeng kami jadwalkan pada tanggal 1 November, dengan syarat elevasi air bendungan sudah kembali naik minimal mencapai 32 meter," jelasnya.

Sebagai langkah antisipasi, pengelola Bendungan Way Jepara bersama Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) berkesepakatan untuk memperketat penggunaan air. 

Pasokan air akan dibatasi dan diprioritaskan penuh hanya untuk komoditas padi.

"Saat ini komitmen kita bersama kawan-kawan P3A adalah menghemat air. Alokasi air kami batasi dan kami prioritaskan utamanya untuk pengairan lahan padi. Kami berharap hujan bisa segera turun agar pasokan air untuk petani dapat terpenuhi secara optimal," pungkas Sarno.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Fajar Ihwani Sidiq)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.