Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Martoyo membenarkan bahwa jasad dalam kardus di Bandung, Jawa Barat yang diungkap Polrestabes Bandung merupakan warga Jalan Mangga, LK II RT 008, Kelurahan Pasir Gintung, Kecamatan Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung.
Baca Juga: Korban Pembunuhan dalam Kardus di Bandung Ternyata Warga Bandar Lampung
Kapolsek Tanjungkarang Barat, AKP Martoyo mengatakan hal itu setelah adanya koordinasi dengan pihak Polrestabes Bandung.
"Pihak Polrestabes Bandung telah melakukan kordinasi dengan kami bahwa korban tersebut warga Bandar Lampung bernama Siti Maimunah," kata AKP Martoyo, saat diwawancarai Tribun Lampung, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan dokumen kependudukan, korban merupakan kelahiran Tanjung Rejo, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu.
"Memang benar korban merupakan warga Bandar Lampung. Pihak keluarga juga ada yang berdomisili di Pringsewu," ujarnya.
AKP Martoyo menjelaskan, saat ini jenazah korban masih berada di salah satu rumah sakit di Jawa Barat untuk menjalani proses autopsi.
Hal tersebut guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
"Untuk mayat saat ini masih di rumah sakit di Jabar menjalani proses autopsi. Perkiraan besok pagi jenazah akan segera dibawa dan dipulangkan ke Lampung," ungkap Martoyo.
Terkait penanganan kasus pembunuhan tragis ini, AKP Martoyo menyebutkan bahwa kepolisian bergerak cepat.
Jajaran Polrestabes Bandung telah berhasil mengungkap kasus ini dan meringkus terduga pelakunya.
"Kasusnya sudah berhasil diungkap oleh Polrestabes Bandung. Pelakunya sudah ditangkap oleh petugas," tegas AKP Martoyo.
Saat ini jajaran kepolisian di Lampung terus berkoordinasi dengan tim penyidik di Bandung serta pihak keluarga korban terkait pemulangan dan pemakaman jenazah.
Perempuan tersebut merupakan warga asal Tanjung Karang, Kota Bandar Lampung.
Identitas korban terungkap setelah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Bandung melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan terkait penemuan jasad tersebut.
Polisi kini juga tengah mendalami hubungan korban dengan pelaku untuk mengungkap rangkaian peristiwa yang berujung pada pembunuhan.
Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Dedi Supriyadi mengatakan, pihaknya telah mengamankan seorang pria yang diduga kuat sebagai pelaku.
Tersangka ditangkap ketika berupaya meninggalkan Pulau Jawa menuju wilayah Sumatera.
"Alhamdulillah, tersangka dapat kami amankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang," ujar Dedi Supriyadi di Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/9/2026) malam.
Menurut Dedi, penyidik masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap tersangka untuk mengetahui secara utuh penyebab terjadinya pembunuhan tersebut.
Polisi belum membeberkan motif karena proses pendalaman terhadap pelaku masih berlangsung.
"Untuk motif pastinya, akan kami sampaikan segera setelah pemeriksaan intensif terhadap pelaku selesai dilakukan," tegasnya.
Pengungkapan kasus bermula ketika kepolisian menerima informasi dari masyarakat melalui Call Center 110 mengenai aktivitas mencurigakan di sekitar lokasi kejadian.
Seorang warga melihat pria membawa dan menggelindingkan kardus berukuran besar di pinggir jalan sekitar pukul 11.00 WIB.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah terlihat bagian tubuh manusia keluar dari kardus tersebut.
Saksi di lokasi, Mukhtar (45), mengaku sempat memperhatikan pria yang meninggalkan kardus sebelum kemudian melarikan diri dari tempat kejadian.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Babakan Ciparay bersama Tim Inafis Polrestabes Bandung segera mendatangi lokasi.
Petugas kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jasad korban ke RS Sartika Asih untuk menjalani proses autopsi.
Sementara itu, penyidik masih mengembangkan kasus dengan memeriksa sejumlah saksi yang dianggap mengetahui rangkaian kejadian.
Polisi juga mendatangi tempat indekos yang diduga ditempati tersangka di wilayah Kelurahan Dunguscariang, Kecamatan Andir, untuk mencari barang bukti serta petunjuk lain yang berkaitan dengan kematian korban.
Hingga kini, polisi masih mendalami kronologi lengkap pembunuhan tersebut, termasuk hubungan antara korban dan tersangka serta motif di balik aksi yang menyebabkan perempuan berusia 41 tahun itu kehilangan nyawa.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)