Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tari Rahmaniar
TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Angka Rp2,5 miliar yang disalurkan PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk membantu korban gempa bumi di Desa Cunca Lolos, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), bukan sekadar angka bantuan.
Di balik bantuan tersebut terdapat gerakan gotong royong para karyawan Freeport yang berada di berbagai wilayah, mulai dari Timika, Nabire, Gresik hingga Jakarta.
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa NTT menjadi gerakan bersama seluruh insan PTFI.
Para karyawan menggalang dana kemanusiaan melalui gerakan #PTFIPeduliNTT. Donasi yang terkumpul kemudian digandakan oleh perusahaan melalui skema double match.
Baca juga: Rumah Hancur Diguncang Gempa, Bantuan PT Freeport Indonesia Jadi Harapan Warga Cunca Lolos
Hingga 31 Agustus 2026, donasi yang terkumpul dari karyawan mencapai Rp 169 juta.
“Ini merupakan simbol kolaborasi nyata seluruh insan PTFI, baik yang berada di Timika, Nabire, Gresik maupun Jakarta, untuk mendukung pemulihan masyarakat NTT,” ujar Tony Wenas, Selasa (1/9/2026).
Menurut Tony, kontribusi tersebut menjadi bagian dari total bantuan kemanusiaan PTFI yang mencapai sekitar Rp2,5 miliar. Bantuan itu bersumber dari bantuan perusahaan, donasi karyawan, dan skema double match.
Kepedulian PTFI tidak berhenti pada pengumpulan dana. Sejak fase awal bencana, PTFI juga mengirimkan Tim Tanggap Darurat yang terdiri dari enam personel, yakni dua dokter, satu paramedis, dan tiga rescuer.
Tim tersebut diberangkatkan dari Timika pada 20 Agustus 2026 dan menjalankan operasi lapangan pada 22-29 Agustus 2026 di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur.
Di sejumlah titik terdampak, tim memberikan pelayanan medis, membantu proses penyelamatan dan evakuasi korban, serta memberikan dukungan psikososial berupa trauma healing bagi anak-anak.
Sekitar 500 pasien telah mendapatkan pelayanan dari tim tanggap darurat tersebut.
Di saat bantuan perusahaan bergerak menuju wilayah terdampak, kepedulian para karyawan juga berjalan dari tempat mereka bekerja masing-masing.
Dari Timika, Nabire, Gresik hingga Jakarta, para karyawan ikut menyisihkan dana untuk masyarakat NTT yang sedang menghadapi dampak gempa. Bagi Tony Wenas, keterlibatan karyawan menjadi bagian penting dari respons kemanusiaan PTFI.
Selain bantuan langsung, PTFI menggandeng Human Initiative (HI) untuk memastikan bantuan menjangkau masyarakat di Kabupaten Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.
Program tanggap bencana tersebut difokuskan pada empat sektor, yakni pangan dan gizi, air, sanitasi dan higiene, hunian dan permukiman, serta layanan kesehatan dasar.
Melalui Human Initiative, PTFI menyalurkan 700 paket yang terdiri dari Bedding Kits, Personal Hygiene Kits, Shelter Kits, dan sembako. Bantuan juga mencakup lima hunian sementara (huntara) dan empat sekolah darurat.
Sementara itu, Palang Merah Indonesia (PMI) menerima alokasi bantuan masing-masing 300 paket Hygiene Kit, Sembako, Shelter Kit, dan Bedding Kit dengan total nilai Rp500 juta.
Tony Wenas juga memimpin langsung misi pengiriman bantuan PTFI ke NTT menggunakan penerbangan khusus.
Penyerahan bantuan secara simbolis dilakukan di Desa Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Selasa (1/9/2026).
Bagi masyarakat terdampak, bantuan tersebut bukan hanya tentang nilai rupiah. Di baliknya terdapat pesan bahwa ketika bencana datang, kepedulian dapat bergerak dari berbagai tempat dan dipertemukan dalam satu tujuan, yakni membantu masyarakat NTT bangkit kembali. (*)