Program Angkutan Pelajar Gratis di Malang Terkendala Armada, Masih Kurang 30 Angkot
Samsul Arifin September 02, 2026 07:14 PM

 

Laporan Wartawan TribunJatim.com, Benni Indo

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pelaksanaan program angkutan pelajar gratis di Kota Malang belum berjalan dengan dukungan armada sesuai kebutuhan yang direncanakan.

Dari total 96 unit angkutan kota (angkot) yang dibutuhkan, baru 66 armada yang saat ini beroperasi.

Artinya, masih terdapat kekurangan 30 unit angkot untuk memenuhi kuota armada program tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang, Widjaja Saleh Putra, mengatakan pemenuhan kekurangan armada masih dalam proses.

Koperasi angkutan yang menjadi mitra program disebut tengah berupaya memenuhi kebutuhan tersebut.

“Sementara ini memang belum bisa memenuhi. Pihak koperasi akan memenuhi kebutuhan kuotanya,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris Bappeda itu, Rabu (2/9/2026).

Baca juga: Kisah Sopir Angkutan Pelajar Gratis di Kota Malang Tak Lagi Pusing Kejar Setoran

Armada Harus Lolos Pemeriksaan

Pria kelahiran Ambon ini menjelaskan, sebelum dilibatkan dalam program angkutan pelajar gratis, Dishub Kota Malang telah melakukan pemeriksaan terhadap armada yang diajukan.

Pemeriksaan tersebut mencakup persyaratan administrasi dan kelayakan kendaraan. Salah satu dokumen yang menjadi persyaratan adalah Kartu Pengawasan Angkutan.

Menurut Widjaja, keberadaan dokumen tersebut sekaligus menunjukkan bahwa sejumlah persyaratan kendaraan telah terpenuhi.

"Kartu Pengawasan Angkutan itu syarat karena dengan itu dia lolos syarat uji KIR, dipastikan STNK-nya hidup. Jadi satu syarat sudah meliputi banyak komponen," jelasnya.

Dari sisi kondisi kendaraan, Dishub Kota Malang menilai armada yang telah lolos pemeriksaan masih layak digunakan untuk mengangkut penumpang, termasuk para pelajar.

Namun, belum ada kepastian kapan 30 armada yang masih kurang tersebut dapat dipenuhi. Widjaja menyebut prosesnya bergantung pada kesiapan koperasi.

Dalam pelaksanaan program, Dishub Kota Malang berkoordinasi dengan koperasi sebagai mitra, bukan dengan pemilik atau pengemudi angkot secara individual.

Sosialisasi kepada Pelajar Masih Diperkuat

Di tengah jumlah armada yang belum memenuhi kebutuhan, Dishub Kota Malang juga melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan awal program angkutan pelajar gratis.

Widjaja mengatakan respons dari pelajar yang telah mencoba layanan tersebut cukup positif.

Meski demikian, sosialisasi kepada siswa dan orang tua masih perlu diperkuat. Pasalnya, masih terdapat pelajar yang belum mengetahui titik menunggu kendaraan maupun mekanisme penggunaan layanan angkutan pelajar gratis.

“Saya sudah koordinasi dengan Dikbud untuk disampaikan ke sekolah. Saya terima kasih atas respon masyarakat,” kata Widjaja.

Penguatan sosialisasi dinilai penting agar keberadaan layanan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pelajar yang menjadi sasaran program.

10 Angkot Masih Berproses

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono Tjokro Darsono, mengatakan selain 66 kendaraan yang sudah beroperasi, terdapat 10 kendaraan lain yang saat ini masih dalam proses pemenuhan persyaratan untuk kontrak berikutnya.

Salah satu kendala yang ditemukan berkaitan dengan administrasi kendaraan, termasuk pajak kendaraan milik sejumlah pengemudi yang sudah tidak aktif.

"Jadi yang jalan 66, ada 10 yang berproses untuk kontrak kedua, untuk memenuhi persyaratan. Ini kondisi di luar estimasi kami. Miliknya teman-teman ini pajaknya ada yang mati," kata Purwono, Rabu (2/9/2026).

Menurut Purwono, mengaktifkan kembali administrasi kendaraan tersebut tidak selalu mudah. Persoalan itu berkaitan dengan kelembagaan koperasi yang sebelumnya menaungi para pengemudi angkot.

Para pengemudi angkot sebelumnya pernah diarahkan untuk bergabung dalam koperasi. Namun, dalam perkembangannya, kepengurusan sejumlah koperasi mengalami perubahan.

Sebagian pengurus koperasi disebut telah meninggal dunia atau berpindah ke luar kota. Kondisi tersebut kemudian menjadi salah satu kendala dalam proses penyelesaian administrasi kendaraan.

"Dulu pernah diimbau menjadi koperasi. Dalam perjalanan, ternyata ada pengurus koperasi yang wafat, ada yang pindah keluar kota. Itu yang menjadi kesulitan memperbaiki pajak," jelasnya.

Organda Dorong Pengemudi Manfaatkan Program

Meski terdapat sejumlah kendala dalam pemenuhan armada, Organda Kota Malang tetap mendorong para pengemudi untuk memanfaatkan program angkutan pelajar gratis tersebut.

Purwono menilai program ini menjadi kesempatan bagi angkutan kota untuk kembali mendapatkan perhatian. Terlebih, menurutnya, angkutan kota sudah cukup lama tidak memperoleh perhatian yang memadai.

“Kami tetap berusaha keras memberikan pemahaman kepada teman-teman agar kondisi ini dimanfaatkan betul,” ujarnya.

Dengan pemenuhan armada secara bertahap dan sosialisasi yang terus diperkuat, program angkutan pelajar gratis di Kota Malang diharapkan dapat berjalan lebih optimal serta memberikan akses transportasi yang lebih mudah bagi para pelajar.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.