TRIBUNNEWS.COM - Enzo Fernandez mewujudkan keinginannya berganti tim yang dibela untuk musim 2026/2027.
Enzo nantinya akan membela tim Manchester City yang berani, bisa, dan rela mengeluarkan uang 125 juta Poundsterling demi sang pemain.
Mereka memberikan uang sebanyak itu kepada Chelsea sebagai klub pemilik Enzo sebelumnya.
Sebenarnya, Enzo Fernandez tak asing menjadi bahan rebutan dan harga yang fantastis.
Saat masih meniti karier di Portugal bersama Benfica, nama Enzo sempat menjadi buah bibir.
Tim-tim besar Eropa berlomba mendapatkan tanda tangan sang pemain kala itu.
Mulai dari Manchester United, Barcelona, bahkan Manchester City juga ikut berburu pemain asal Argentina ini.
Namun, kesepakatan tercapai antara Benfica dan Chelsea yang rela mengeluarkan uang yang luar biasa banyak kala itu.
Enzo kala itu didatangkan dengan mahar 106,8 juta Poundsterling yang membuatnya menjadi salah satu pemain tengah termahal.
Berbicara soal nominal transfer fantastis, hal tersebut kembali terulang ketika Chelsea memutuskan melepasnya.
Mereka memberikan syarat kepada Manchester City sebagai tim yang paling berminat mendatangkan sang pemain.
Baca juga: Chelsea Babak Belur sebelum Perang: Moises Caicedo Tumbang, Enzo Fernandez Hengkang
The Blues menginginkan mahar 125 juta Poundsterling untuk Enzo.
Pada akhirnya, Enzo pindah ke Etihad Stadium dengan mahar yang luar biasa besar.
Diturut dari riwayat perpindahan klubnya, Enzo Fernandez tergolong pemain yang luar biasa.
Ia memiliki total nilai 246,8 juta Poundsterling atau Rp5,91 triliun dari transfer yang hanya melibatkan 4 tim, yaitu River Plate, Benfica, Chelsea, dan Manchester City.
Kepindahannya dari River Plate ke Benfica pada 2022 silam ditaksir memiliki nilai sekitar 15 juta Poundsterling.
Sedangkan kepindahan dari Benfica, ke Chelsea, dan ke Manchester City selalu melibatkan uang di atas 100 juta Poundsterling.
Meski demikian, hal itu setara dengan kualitas yang diberikan Enzo Fernandez kepada lini tengah tim yang dibela.
Saat bersama Chelsea, ia melakoni sejumlah peran yang ada di sektor tengah di bawah kendali beberapa pelatih.
Ia pernah menjalani peran sebagai deep lying playmaker hingga gelandang box to box yang menguras tenaga.
Sedangkan saat bersama Enzo Maresca, ia lebih sering fokus membantu penyerangan saja.
Tugas membantu pertahanan diserahkan kepada Romeo Lavia atau Moises Caicedo yang dipasang bersamanya.
Kini, Enzo Fernandez akan kembali berduet bersama dengan pelatih Enzo Maresca.
Kerja sama keduanya ditunggu pihak Manchester City yang sedang menatap era baru.
Untuk kali pertama dalam 10 tahun terakhir, The Citizens tak akan memiliki Pep Guardiola yang duduk sebagai pelatih.
Enzo Maresca yang ditunjuk sebagai penerus setidaknya akan sedikit mudah mengemban tugas dengan keberadaan Enzo Fernandez di area tengah.
(Tribunnews.com/Guruh)