TRIBUNTRENDS.COM, KLATEN - Perjalanan Estafet Tunas Kelapa (ETK) 2026 Jawa Tengah dilanjutkan Ratusan anggota Pramuka Klaten sejauh 21,58 kilometer menuju Boyolali, Rabu (2/9/2026).
Rombongan ETK diberangkatkan dari Sanggar Bhakti Pramuka Nasional Kwartir Cabang (Kwarcab) Klaten, Jalan Pramuka, Kecamatan Klaten Tengah pagi.
Pelepasan dilakukan melalui upacara yang dipimpin Bupati Klaten sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Cabang (Kamabicab) Gerakan Pramuka Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.
Dari lokasi pemberangkatan, peserta langsung bergerak menyusuri ruas jalan di wilayah perkotaan Klaten. Barisan panjang anggota Pramuka tampak memenuhi badan jalan dengan seragam khas cokelat dan hasduk atau setangan leher merah putih.
Warga yang berada di sepanjang rute turut menyaksikan iring-iringan tersebut. Sejumlah peserta juga membawa keranjang anyaman yang berisi Tunas Kelapa sebagai simbol utama dalam perjalanan ETK.
Pasukan pembawa Bendera Merah Putih berada di bagian depan. Setelahnya terdapat pasukan pembawa Bendera Tunas Kelapa, pasukan pembawa keranjang berisi Tunas Kelapa, anggota Pramuka, kemudian pasukan penggembira.
ETK Klaten menempuh lima etape dengan jarak masing-masing sekitar lima kilometer. Estafet tersebut melibatkan pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Klaten.
Hamenang mengatakan Klaten menjadi salah satu kabupaten yang dilintasi rangkaian ETK tingkat Jawa Tengah tahun ini.
Baca juga: ETK Klaten Tak Cuma Bawa Tunas Kelapa, Ada Aksi Cabut Paku hingga Donor Darah
"Alhamdulillah hari ini kami melepas kontingen Estafet Tunas Kelapa dari Kwarcab Pramuka Kabupaten Klaten untuk menuju ke Boyolali, di mana ini adalah rangkaian dari peringatan HUT Hari Pramuka ke-65 tahun 2026," ujarnya.
Ia menjelaskan, terdapat 14 kabupaten yang menjadi bagian dari rangkaian ETK Jawa Tengah tahun ini. Klaten sebelumnya menerima estafet dari Sukoharjo sebelum meneruskannya ke Boyolali.
"Seperti biasa, di tingkat Provinsi Jawa Tengah itu diawali Estafet Tunas Kelapa dari beberapa kabupaten. Tahun ini ada 14 kabupaten," katanya.
"Dan Alhamdulillah Klaten menjadi salah satu kabupaten yang menjadi perwakilan perlintasan untuk Estafet Tunas Kelapa ini, di mana kemarin kita menerima dari Sukoharjo. Terus kemudian kita meneruskan ke Boyolali," lanjutnya.
Hamenang berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi mampu menarik kembali generasi muda untuk aktif dalam kegiatan kepramukaan.
"Harapan kita bersama, ini tidak hanya sekedar acara seremonial, tidak hanya sekedar perlombaan, tapi bagaimana kita kembali menggerakkan anak-anak kita untuk aktif di kegiatan kepramukaa," tuturnya.
Menurutnya, Pramuka memiliki peran dalam membentuk karakter, wawasan kebangsaan, sekaligus ketahanan fisik generasi muda. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)