Awal Bulan Harga Karet Turun Tipis Jadi Rp 41 Ribu per Kilogram, Masih Ada Peluang Kembali Naik
tarso romli September 02, 2026 08:27 PM

 

Baca juga: Pecahkan Rekor Baru, Harga Karet Pekan Terakhir Agustus 2026 Kembali Menguat

SRIPOKU.COM, PALEMBANG — Harga karet untuk Kadar Karet Kering (KKK) di pasar internasional SGX-Sicom pada awal bulan, Rabu (2/9/2026), berbalik merosot tipis dibandingkan hari sebelumnya namun masih bertahan di kisaran Rp41 ribu per kg.

Harga KKK 100 persen hari ini dibanderol Rp 41.467 per kilogram, turun Rp 451 per kilogram dari harga hari sebelumnya yang berada di angka Rp 41.918 per kilogram.

Sekretaris Jenderal APKARINDO Sumsel, Rudi Arpian, menjelaskan bahwa penurunan harga ini dipicu oleh koreksi harga karet di pasar dunia yang dibarengi dengan penguatan tipis nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Akumulasi kedua faktor tersebut membuat harga karet tergerus tipis.

Harga SGX-Sicom pada perdagangan Rabu tercatat sebesar 235,1 US Cent per kilogram dengan kurs Rp17.638 per dolar AS.

Angka ini turun dari hari sebelumnya yang sempat menyentuh 237,4 US Cent per kilogram, sementara nilai tukar rupiah menguat dari Rp17.657 menjadi Rp17.638 per dolar AS.

“Dalam dua hari perdagangan awal September, harga karet turun, tapi masih ada potensi tembus ke harga paling tinggi Rp 42 ribu per kg asal momentum harga naik masih ada dan kualitas mutu bokar juga bagus,” kata Rudi.

Berikut adalah rincian harga karet berdasarkan persentase KKK di tingkat pabrik, Rabu (2/9/2026):

KKK 100 persen: Rp 41.467 per kilogram
KKK 70 persen: Rp 29.027 per kilogram
KKK 60 persen: Rp 24.880 per kilogram
KKK 50 persen: Rp 20.734 per kilogram
KKK 40 persen: Rp 16.587 per kilogram
KKK 30 persen: Rp 12.440 per kilogram

Catatan: Harga tersebut belum termasuk potongan biaya produksi di tingkat petani. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.