TRIBUNKALTENG.COM, SAMPIT – Di tengah kepungan asap kebakaran lahan gambut yang masih membumbung di kawasan Hutan Kota Sampit, seekor orangutan terlihat bertahan di atas pohon, Rabu (2/9/2026).
Satwa dilindungi itu seolah memilih tetap berada di ketinggian, sementara tanah di bawahnya masih mengeluarkan asap sisa kebakaran.
Baca juga: Jadwal Persib di Super League, Lawan PSM Makassar 6 September 2026
Penampakan orangutan tersebut menarik perhatian petugas yang sedang melakukan pemantauan di kawasan ujung Jalan Sawit Raya atau Jalan Jenderal Sudirman Kilometer 6, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Hingga sore hari, satwa itu masih terlihat berada di pohon yang sama.
Komandan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Resort Sampit, Muriansyah, mengatakan keberadaan orangutan itu baru dapat dipastikan sekitar pukul 14.00 WIB.
Setelah menerima laporan, pihaknya langsung berkoordinasi dengan BKSDA Pangkalan Bun untuk mendatangkan tim penyelamat ke lokasi.
“Kami lapor ke Pangkalan Bun dan tim rescue luncuran ke Sampit. Tapi kemungkinan antara pukul 08.00 atau pukul 09.00 malam baru datang,” kata Muriansyah saat dikonfirmasi.
Menurutnya, proses evakuasi tidak bisa dilakukan secara tergesa-gesa. Kondisi lahan di bawah pohon tempat orangutan bertahan merupakan gambut bekas terbakar yang hingga kini masih mengeluarkan asap.
“Kondisi berasap. Bekas terbakar, dan ini kan gambut, makanya berasap,” ujarnya.
Asap yang masih keluar dari permukaan tanah membuat petugas harus berhati-hati mendekati lokasi.
Selain berisiko bagi personel, kondisi tersebut juga dapat membuat orangutan berpindah ke tempat lain apabila merasa terganggu.
Meski berada di tengah area yang baru dilanda kebakaran, orangutan itu masih terlihat aktif. Petugas beberapa kali melihat satwa tersebut bergerak dan mengeluarkan suara saat didekati. Namun hingga kini, ia tetap memilih bertahan di atas pohon.
“Kalau bagian tangan dan kakinya apakah luka atau apa, kami belum tahu. Tapi kondisinya bunyi, aktif. Kami mendekat, dia gerak-gerak. Tapi tetap di pohon terus,” jelas Muriansyah.
Dari hasil pengamatan sementara, hanya satu ekor orangutan yang terlihat di lokasi.
Petugas menduga satwa tersebut berjenis kelamin betina, meski kepastiannya masih menunggu pemeriksaan lebih lanjut oleh tim rescue yang akan tiba dari Pangkalan Bun.
Untuk mengantisipasi pergerakan satwa hingga malam hari, BKSDA Resort Sampit memutuskan tetap berjaga di sekitar lokasi.
Petugas juga menyiapkan alat penerangan apabila proses pemantauan dan penyelamatan berlangsung setelah gelap.
Muriansyah menegaskan pihaknya akan terus mengawasi keberadaan orangutan tersebut hingga tim penyelamat tiba.
Langkah itu dilakukan agar satwa tidak berpindah dari lokasi dan proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman.
“Kami tetap pantau sampai sore, sampai mulai gelap. Nanti kalau sudah gelap kami ambil alat penerangan, kemudian kembali lagi. Tim rescue diperkirakan malam, antara pukul 08.00 atau 09.00,” pungkasnya.
Keberadaan orangutan di kawasan yang terdampak kebakaran kembali menjadi pengingat bahwa karhutla tidak hanya mengancam manusia, tetapi juga satwa liar yang kehilangan ruang aman untuk bertahan hidup.
Saat api meninggalkan jejaknya di lahan gambut, seekor orangutan kini menunggu pertolongan dari atas pohon yang menjadi satu-satunya tempat berlindungnya. (*)