TRIBUNNEWS.COM, BOGOR- Amirullah (35), seorang ayah di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tewas tenggelam ketika berusaha menyelamatkan anaknya.
Amirullah dilaporkan tenggelam di Sungai Cisadane, Rabu (2/9/2026).
Dalam video evakuasi dari BPBD Kabupaten Bogor, terlihat korban digotong oleh para petugas dari sungai.
Kondisi korban terlihat sudah terbungkus kantong mayat berwarna oranye. Korban dilaporkan tenggelam di aliran Sungai Cisadane sekitar pukul 14.30 WIB.
Tepatnya di Sungai Cisadane kawasan Kampung Satelit, Desa/Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor.
Kabid Ratik BPBD Kabupaten Bogor M Adam Hamdani menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, awalnya justru anak korban yang tenggelam di sungai, kemudian korban sigap berupaya menyelamatkan
Anak korban ini diketahui merupakan bocah yang masih berusia 12 tahun.
"Saat kejadian korban hendak menyelamatkan anaknya yang tenggelam," kata Adam dalam keterngannya.
Baca juga: Total 3 Bocah yang Tenggelam di Sungai Musi Palembang Tewas, 2 di Antaranya Kakak Beradik
Anak korban saat itu berhasil diselamatkan. Namun korban justru kemudian yang tenggelam.
"Tetapi korban kelelahan sehingga tenggelam," imbuhnya.
Dalam video yang beredar di media sosial, para warga terlihat ikut melakukan pencarian terhadap korban di Sungai Cisadane.
Setelah dibantu tim SAR, korban akhirnya berhasil ditemukan sebelum langit gelap.
"Survivor telah ditemukan," katanya.
Namun korban dievakuasi tim SAR dari sungai dalam kondisi menggunakan kantong mayat.
Sungai Cisadane memiliki mata air di Gunung Kendeng dan umumnya hulu sungai ini berada di lereng Gunung Pangrango.
Sungai ini memilliki beberapa anak sungai yang berawal di Gunung Salak, melintas di sisi barat Kabupaten Bogor, terus ke arah Kabupaten Tangerang dan bermuara di sekitar Tanjung Burung.
Dengan panjang keseluruhan sekitar 126 km, sungai ini pada bagian hilirnya cukup lebar dan dapat dilayari oleh kapal kecil.
Pada abad ke-16, Tangerang (disebut oleh Tome Pires sebagai Tamgaram) yang berada di tepi sungai ini telah menjadi salah satu pelabuhan yang penting akan tetapi kemudian kalah oleh perkembangan Banten dan Batavia Oost Java Stoomtram Maatschappitj.