TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya menjaga kebersihan lingkungan di berbagai daerah mencatat 692 aksi selama delapan pekan melalui Gerakan Nasional Langit Biru Indonesia Asri.
Rangkaian aksi tersebut berhasil membersihkan 419,03 ton sampah dan menanam 30.894 pohon di sejumlah wilayah Indonesia. Kegiatan ini juga melibatkan lebih dari 84.000 peserta dari berbagai unsur masyarakat.
Gerakan yang diinisiasi Partai Demokrat tersebut berlangsung sejak Jumat (10/7/2026) hingga Jumat (28/8/2026).
Jumlah 692 aksi itu melampaui target awal sebanyak 666 aksi yang ditetapkan dalam rangkaian kegiatan memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat.
Selain membersihkan sampah dan menanam pohon, kegiatan peduli lingkungan tersebut juga mencakup pengecatan serta pembersihan 57 rumah ibadah dan fasilitas umum.
Sebanyak 84.032 peserta terlibat dalam rangkaian kegiatan tersebut. Mereka berasal dari pemerintah daerah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, pelajar, hingga masyarakat umum.
Keterlibatan berbagai kelompok masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya membangun kepedulian terhadap kondisi lingkungan.
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan rangkaian kegiatan tersebut merupakan kontribusi partainya dalam momentum peringatan seperempat abad Partai Demokrat.
"Seperempat abad Partai Demokrat, kita birukan langit kita. Kalau udara bersih, pantai bersih, insya Allah masyarakat akan hidup lebih sehat, nyaman, dan sejahtera. Demokrat ingin terus hadir dan berkontribusi untuk itu," kata AHY dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Sampah RI Tembus 52,6 Juta Ton dan 75 Persen Kotori Lingkungan, Wamen ESDM: Bisa Diolah Jadi Energi
Menurut AHY, gerakan menjaga lingkungan diharapkan tidak berhenti setelah rangkaian peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat selesai.
Ia berharap kegiatan serupa dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dengan melibatkan semakin banyak masyarakat.
"Tapi menjadi gerakan yang semakin luas dan melibatkan lebih banyak masyarakat," ujar AHY.
Koordinator Nasional Gerakan Langit Biru Indonesia Asri, Ossy Dermawan, mengatakan keterlibatan pemerintah daerah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan masyarakat umum menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan partisipasi bersama.
"Ketika berbicara tentang kebersihan, kenyamanan, dan kesehatan lingkungan, itu merupakan tanggung jawab kita bersama. Mudah-mudahan gerakan ini mampu menggelorakan kembali semangat gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat," ujar Ossy.
Ia menegaskan berakhirnya rangkaian kegiatan selama delapan pekan bukan berarti berakhirnya kepedulian terhadap lingkungan.
Pasalnya, persoalan sampah, penghijauan, kebersihan fasilitas umum, dan kualitas lingkungan membutuhkan upaya yang dilakukan secara berkelanjutan.
Baca juga: Bertemu Susi Pudjiastuti, Ketua DPD Demokrat Jabar Bahas Potensi Pangandaran dan Isu Lingkungan
"Terima kasih kepada seluruh kader, masyarakat, dan semua pihak yang telah berpartisipasi dan bergotong royong selama delapan pekan. Semoga semangat ini terus tumbuh," pungkas Ossy.
Capaian tersebut menunjukkan bahwa aksi lingkungan dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sederhana yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Mulai dari membersihkan sampah, menanam pohon, hingga menjaga kebersihan fasilitas umum, seluruh kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Ke depan, keberlanjutan gerakan menjadi tantangan agar kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berlangsung dalam momentum tertentu, tetapi menjadi kebiasaan masyarakat sehari-hari.