Jatim Terpopuler: 566 Santri di Sidoarjo Keracunan MBG hingga Guru SD Sumenep Aniaya Ayah Kandung
Arie Noer Rachmawati September 03, 2026 08:14 AM

Diawali dengan seorang siswa selamat dari petaka insiden keracunan MBG yang dialami siswa SMAN 3 Nganjuk, Rabu (2/9/2026).

Selanjutnya persoalan utang piutang berujung laporan polisi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Seorang 566 santri Manbaul Hikam, Sidoarjo, Jawa Timur, diduga keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG.

Terakhir guru SDN di Kabupaten Sumenep, Yoyok Sutrisno, dilaporkan ke polisi karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri, Moh Suri (69).

Berikut selengkapnya:

Baca juga: Jatim Terpopuler: Bupati Mas Ipin Nyeker saat Kirab hingga Duduk Perkara Guru SD Sumenep Aniaya Ayah

Bawa Bekal Ibu dari Rumah, Siswa SMAN 3 Nganjuk Ada yang Tak Keracunan Makan MBG

DV lolos dari petaka insiden keracunan yang dialami siswa SMAN 3 Nganjuk, Rabu (2/9/2026).

Pasalnya, DV beruntung tak menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya saat itu. 

DV mengatakan, menu MBG yang disajikan berupa nasi goreng dan tahu bulat. 

Berdasar data yang dihimpun, ada pula suwiran ayam, telur dadar, acar, serta semangka. 

"MBG dibagikan pada pukul 10.00 WIB," katanya. 

DV bilang, dirinya tidak ikut menyantap menu MBG, sebab, dia dari rumah sudah membawa bekal yang dibuat oleh sang ibu.

"Saya makan bekal. Tidak ikut makan MBG. Sehingga saya tidak merasakan apa-apa pada kesehatan," jelasnya.

Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, membeberkan kronologi kejadian.

Dia menyatakan, menu MBG datang di sekolah pukul 10.00 WIB.

"Kemudian kami persilakan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan," ujarnya.

Gejala keracunan tak langsung muncul setuntas siswa melahap MBG.

Gejala baru menghampiri beberapa jam berselang.

"Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah," sebutnya.

Andik menyatakan, menu MBG terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, dan telur dadar.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Baca juga: Jatim Terpopuler: Elpiji 3 Kg Langka di Banyuwangi dan Situbondo hingga Gus Kikin Resmi Ketum PBNU

566 Santri Manbaul Hikam Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, BGN Suspend SPPG Kalitengah Sidoarjo

Operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, dihentikan sementara oleh Badan Gizi Nasional (BGN) setelah ratusan santri Manbaul Hikam diduga mengalami keracunan.

Sedikitnya 566 santri harus dilarikan ke rumah sakit setelah diduga mengalami gangguan kesehatan usai mengonsumsi makanan bergizi gratis (MBG) yang disuplai dari SPPG Kalitengah.

Penghentian operasional dilakukan setelah BGN menerima informasi mengenai kejadian tersebut pada Selasa (1/9/2026) malam. BGN Provinsi Jawa Timur kemudian melakukan pengecekan dan investigasi awal di lapangan.

Wakil Koordinator Regional BGN Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo mengatakan, operasional SPPG Kalitengah awalnya dihentikan sementara pada Selasa malam. Pada Rabu (2/9/2026), BGN menerbitkan surat suspensi terhadap dapur tersebut.

“Pada awalnya, operasional kami hentikan sementara tadi malam. Pagi ini, surat suspens untuk dapur ini juga telah diterbitkan,” kata Teguh saat mengunjungi SPPG Kalitengah, Rabu (2/9/2026) siang.

Teguh mengatakan, penghentian operasional tersebut masih bersifat sementara. Tim BGN pusat akan melakukan investigasi lanjutan untuk menentukan kategori suspensi terhadap SPPG Kalitengah.

Selama proses investigasi berlangsung, operasional SPPG dihentikan sementara hingga BGN mendapatkan hasil pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim investigasi dari pusat akan datang untuk menentukan apakah suspensinya berkategori ringan atau berat. Dari situ nanti akan ditentukan sanksinya,” ujar dia.

Hasil investigasi tersebut nantinya menjadi dasar bagi BGN untuk menentukan status suspensi sekaligus sanksi yang akan diberikan kepada SPPG Kalitengah.

BACA SELENGKAPNYA >>> 

Baca juga: Jatim Terpopuler: KH Miftachul Akhyar Jadi Rais Aam PBNU hingga Gus Kikin Memimpin di Bursa Ketum

Guru SD di Sumenep Diduga Aniaya Ayah Kandung, Berawal dari Ditagih Utang Rp20 Juta untuk Berobat

Seorang guru sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Sumenep, Yoyok Sutrisno, dilaporkan ke polisi.

Diduga ia telah melakukan penganiayaan terhadap ayah kandungnya sendiri, Moh Suri (69).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah korban di Kecamatan Saronggi pada Senin (31/8/2026) pagi.

Diduga masalah dipicu persoalan utang sebesar Rp20 juta yang ditagih korban untuk kebutuhan biaya pengobatan.

Menurut keterangan keponakan korban, Sutariyah (56), pamannya kembali meminta kepastian kepada Yoyok terkait pengembalian uang yang sebelumnya dipinjam.

Namun, permintaan itu disebut berujung pada dugaan aksi kekerasan.

"Korban kembali meminta uang Rp20 juta yang dipinjam oleh anaknya sendiri karena uang itu dibutuhkan untuk biaya berobat," tutur Sutariyah saat dihubungi, Rabu (2/9/2026).

Alih-alih mendapatkan kepastian, korban justru diduga mengalami penganiayaan.

Sutariyah menuturkan, tangan kiri Moh Suri dipiting hingga terluka dan mengeluarkan darah.

Tak hanya itu, bahkan korban juga disebut menerima pukulan di bagian wajahnya yang menyebabkan memar.

Sutariyah mengaku persoalan utang tersebut sudah berulang kali ditanyakan oleh korban.

Namun, menurutnya, Yoyok tidak pernah memberikan kepastian kapan uang itu akan dikembalikan.

"Sudah sering ditagih mas, tetapi tidak pernah digubris. Bahkan, korban juga sering dimaki-maki," sebutnya.

Ia juga menyebut, saat mendatangi rumah korban, Yoyok tidak datang seorang diri.

BACA SELENGKAPNYA >>>

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Tribunjatim.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.