Rahasia Sukses Bimbel Exist yang Bikin Orang Tua Rela Antre dari Subuh
Purnomo Edi September 03, 2026 09:00 AM

Liputan6.com, Jakarta - Pukul 04.00 WIB, saat sebagian besar warga masih terlelap, ratusan orang tua sudah mengantre di sebuah gang di kawasan Jalan Gayam, Yogyakarta. Mereka datang untuk mendapatkan nomor pendaftaran Bimbel Exist Gayam bagi anak-anak mereka.

Bimbel yang berada di tengah kawasan perkampungan tersebut belakangan viral karena antrean pendaftar yang membludak. Padahal, pengelolanya mengaku tidak pernah memasang brosur ataupun melakukan promosi melalui media sosial.

Di balik fenomena itu ada Yurin Gagarin, pensiunan guru Bahasa Indonesia SMP Negeri 4 Yogyakarta. Perempuan 62 tahun tersebut mengawali usaha bimbingan belajar dengan niat sederhana, yakni mencari barokah setelah memasuki masa pensiun.

Sebelum dikenal sebagai Bimbel Exist Gayam, tempat belajar tersebut lebih dulu dikenal dengan nama "Les-lesan Bu Yurin" di kawasan Lempuyangan. Dari tempat sederhana itu, jumlah peserta les terus berkembang hingga mencapai ratusan siswa.

Yurin mengatakan dirinya tidak pernah menjalankan strategi promosi khusus. Informasi mengenai bimbel justru menyebar dari para alumni yang berhasil masuk ke SMA negeri favorit di Yogyakarta.

"Kami tidak pernah promo sama sekali. Yang memviralkan justru anak-anak yang sudah lulus dari sini," ungkap Yurin, Rabu (2/9).

 

Lahirkan Lulusan ke Sekolah Favorit

Menurut Yurin, sekitar 80 persen lulusan bimbel berhasil diterima di SMA negeri favorit di Yogyakarta, termasuk SMAN 3, SMAN 8, dan SMAN 1.

Di tengah tingginya minat pendaftar, biaya yang dikenakan tetap relatif terjangkau. Untuk satu mata pelajaran dengan empat kali pertemuan dalam sebulan, siswa hanya membayar Rp 150 ribu.

"Biayanya tetap paling murah sejak dulu. Saya dan suami yang sudah pensiun sekarang murni hanya mencari barokah, tidak lagi mengejar materi duniawi. Alhamdulillah, anak-anak saya juga sudah mapan," tuturnya.

Saat ini, lebih dari 10 guru mengajar di Bimbel Exist Gayam. Yurin mengatakan para pengajar dipilih dengan mempertimbangkan kualitas dan kedisiplinan.

Jumlah siswa dalam satu kelas juga dibatasi maksimal 20 orang. Aturan tersebut diterapkan agar kegiatan belajar berjalan kondusif.

Penggunaan telepon seluler selama proses belajar pun dilarang. Siswa yang kedapatan bermain HP akan ditegur. Jika pelanggaran berulang hingga tiga kali, siswa dapat dikeluarkan dari bimbel.

"Satu kelas kami batasi maksimal 20 anak agar pembelajaran kondusif. Saat jam belajar berlangsung, tak ada toleransi untuk gawai (HP). Siswa yang ketahuan bermain HP akan langsung ditegur. Jika mengulangi hingga tiga kali, sanksi dikeluarkan. Gapapa kami keluarkan masih banyak yang inden juga kok," terang Yurin.

 

Pendidikan Agama dan Karakter

Namun, pembelajaran di Bimbel Exist Gayam tidak hanya mengejar prestasi akademik. Yurin juga memasukkan pendidikan karakter dan agama dalam aktivitas belajar para siswa.

Salah satu kebiasaan yang diterapkan adalah menghentikan kegiatan belajar ketika azan Magrib berkumandang. Para siswa kemudian diarahkan untuk melaksanakan salat berjemaah di masjid yang berada di sebelah bimbel.

"Kami ajarkan juga akhlak dan budi pekerti yang baik. Saya tidak mau hanya mencetak orang yang pintar saja tapi juga harus punya akhlak yang baik juga," tegas Yurin.

Lonjakan jumlah siswa mulai terasa dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2025, jumlah siswa tercatat sekitar 200 orang. Angka tersebut kemudian meningkat hingga sekitar 400 siswa.

Video antrean pendaftaran yang beredar di media sosial, kata Yurin, merupakan proses pendaftaran untuk peserta les tahun 2027. Para orang tua yang datang sejak dini hari itu berarti mendaftarkan anak mereka untuk mengikuti pembelajaran pada 2027.

Pihak bimbel akhirnya membatasi jumlah pendaftar hingga 500 orang. Meski kuota tersebut telah terpenuhi, masih terdapat calon peserta yang masuk daftar tunggu.

"Kita tutup di angka 500 pendaftar. Tapi ini masih ada yang inden. Hingga hari ini ada 142 yang inden mau daftar dan belum dapat nomor antrian untuk daftar ulang," pungkas Yurin.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.