TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Bau asap masih tercium di sejumlah wilayah Jambi Kamis (3/9/2026) pagi. Sebanyak 51 titik panas (hotspot) terdeteksi muncul saat musim kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi.
Berdasarkan pantauan satelit NASA-NOAA20 yang ditampilkan melalui laman Sistem Monitoring Karhutla dan Penegakan Hukum (SiPongi+) Kementerian Kehutanan, terdapat 51 hotspot di Provinsi Jambi per 3 September 2026.
Sebanyak 51 titik berada pada tingkat kepercayaan (confidence) medium warna kuning, satu titik di antaranya berwarna merahmemiliki tingkat kepercayaan tinggi (high).
Hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Desa Sungai Gelam, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi.
Sementara itu, 51 hotspot dengan tingkat kepercayaan medium tersebar di sejumlah wilayah Provinsi Jambi.
Hotspot Pulau Sumatera
Jambi bukan provinsi dengan jumlah hotspot tertinggi di Pulau Sumatera. Berdasarkan data yang sama, jumlah hotspot dengan tingkat kepercayaan medium di beberapa provinsi tercatat:
Data tersebut menunjukkan Sumatera Selatan memiliki jumlah hotspot medium terbanyak dibandingkan wilayah lain yang tercantum.
Hotspot Pulau Kalimantan
Jumlah hotspot yang jauh lebih tinggi terdeteksi di Pulau Kalimantan. Data tingkat kepercayaan medium mencatat:
Meski keberadaan hotspot tidak otomatis menunjukkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada setiap titik, data tersebut menjadi indikator adanya anomali panas yang perlu diverifikasi di lapangan.
Sementara bau asap yang masih tercium di Kota Jambi menjadi perhatian masyarakat, terutama karena kualitas udara dapat berubah mengikuti arah dan kecepatan angin serta aktivitas kebakaran di sekitar wilayah Jambi.
Masyarakat yang merasakan dampak asap diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan memakai masker. (Tribunjambi.com/Asto)
Baca juga: ISPU Kota Jambi Masih Sangat Tidak Sehat, PJJ Diperpanjang hingga 4 September
Baca juga: 3 Warga SAD Jadi Tersangka Pengeroyokan Pria Berseragam Loreng Hijau di Sarolangun