Laporan Wartawan TribunJatim.com, Sofyan Arif Candra Sakti
TRIBUNJATIM.COM, MADIUN - Memasuki usia 104 tahun, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) ingin memperkuat peran organisasi tidak hanya di bidang pencak silat, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Madiun, Jawa Timur.
Semangat persaudaraan dinilai dapat menjadi modal untuk membangun kolaborasi bersama berbagai elemen masyarakat.
Gagasan tersebut mengemuka dalam selamatan atau doa bersama memperingati 104 tahun PSHT yang digelar di Padepokan Agung PSHT, Jalan Merak Nomor 17, Kelurahan Nambangan Kidul, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun, Rabu (2/9/2026) malam.
Kegiatan berlangsung khidmat. Pengurus pusat dan warga PSHT bersama masyarakat sekitar padepokan mengikuti rangkaian doa untuk para leluhur yang telah mendahului menghadap Ilahi.
Ketua Umum PSHT, Moerdjoko, mengatakan peringatan 104 tahun kelahiran SH Terate menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, PSHT tidak hanya ingin berkembang sebagai organisasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya warga yang berada di sekitar Padepokan Agung PSHT.
"Kita ingin agar kehadiran SH Terate ini benar-benar ada guna manfaatnya bagi masyarakat, khususnya di lingkungan padepokan," kata Pria kelahiran bulan Februari ini, Rabu (2/9/2026).
Baca juga: Kejurnas PSHT di UIN SATU Tulungagung Diikuti 396 Peserta, Target Tahun Depan Go Internasional
Komitmen tersebut diwujudkan dalam kegiatan sosial sebagai bagian dari rangkaian peringatan 104 tahun PSHT.
Moerdjoko bersama Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebiantoro, secara simbolis menyerahkan tali asih kepada masyarakat di sekitar padepokan.
Alumnus Kampus Unesa ini menegaskan, semangat kepedulian terhadap masyarakat harus melekat pada setiap warga SH Terate. Warga PSHT diharapkan terus menjaga guyub rukun dan memiliki solidaritas tinggi dengan lingkungan sekitar.
"Setiap warga SH Terate harus mempunyai rasa kepedulian, menjaga guyub rukun dan solidaritas tinggi terhadap masyarakat, terutama masyarakat di sekitar padepokan," ujarnya.
Dalam peringatan 104 tahun ini, PSHT mengusung tema besar "Sinergi Budaya dan Religi di Kota Pendekar".
Moerdjoko mengatakan tema tersebut sejalan dengan branding Kota Madiun sebagai Kota Pendekar. Menurutnya, potensi budaya dan religi yang dimiliki Kota Madiun dapat dikembangkan secara bersama-sama untuk mendorong sektor pariwisata.
Terlebih, Pemerintah Kota Madiun juga tengah mendorong kota tersebut menjadi salah satu tujuan wisata, termasuk wisata religi dan budaya.
"Kita ingin membenahi diri dan nantinya bersama-sama dengan perguruan pencak silat yang lain yang ada di Madiun ini, kita membangun Kota Madiun menjadi Kota Wisata Religi," ucapnya.
Dia berharap keberadaan berbagai perguruan pencak silat di Kota Madiun tidak menjadi sekat, tetapi justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah melalui kolaborasi dan semangat persaudaraan.
Menurutnya, keberadaan banyak perguruan pencak silat di Madiun dapat menjadi potensi yang dikembangkan bersama, terutama untuk memperkuat identitas daerah sekaligus mendukung sektor pariwisata.
Sementara itu, Ketua Dewan Pusat PSHT, Issoebiantoro, turut memimpin salah satu prosesi dalam selamatan dengan memotong tumpeng setinggi 104 sentimeter.
Potongan tumpeng tersebut kemudian diserahkan kepada Moerdjoko. Prosesi itu menjadi simbol soliditas dan kebersamaan PSHT dalam menghadapi dinamika organisasi yang terus berkembang dari tahun ke tahun.
Issoebiantoro berharap PSHT yang telah memasuki usia 104 tahun semakin dewasa dan mampu memberikan manfaat lebih besar bagi bangsa dan negara.
"Harapan kita mudah-mudahan dengan SH Terate yang semakin berkembang ini bisa berguna dan bermanfaat bagi negara. SH Terate makin 104 tahun akan lebih dewasa, bisa mengemban dan menjadi ujung tombak dalam merukunkan, dalam menyatukan bangsa dan negara sesuai ajaran yaitu guyub rukun," tuturnya.
Dia menegaskan, ajaran SH Terate mengedepankan persaudaraan dan kekeluargaan tanpa membedakan latar belakang seseorang.
"SH Terate adalah SH Terate yang tidak mengenal siapa kamu, siapa pangkatmu, derajatmu, atau agamamu. Semua itu adalah bahwa SH Terate mampu mengembangkan ajaran SH Terate di seluruh dunia," katanya.
Menurutnya, saat ini PSHT telah memiliki 376 cabang yang tersebar di Indonesia dan berbagai negara. Perkembangan tersebut, kata dia, tidak lepas dari semangat persaudaraan, kekeluargaan, serta tanggung jawab antara warga yang muda, tua, pengurus, dan seluruh warga SH Terate.
Peringatan 104 tahun PSHT masih akan dilanjutkan dengan sejumlah kegiatan. Salah satunya pengajian umum yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (5/9/2026) di depan pintu masuk Padepokan Agung PSHT dan Lapangan Lo Duwur, Kelurahan Nambangan Kidul.
Pengajian tersebut dijadwalkan dihadiri Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Bidang Penegakan Keadilan dan Rekonsiliasi, Irjen Pol Purnawan Ahmad Nurwahid.
Dalam selamatan tersebut turut hadir Bupati Madiun Hari Wuryanto dan Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono. Keduanya mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Momentum 104 tahun PSHT tersebut diharapkan tidak hanya menjadi peringatan perjalanan organisasi, tetapi juga menjadi penguat komitmen untuk menjaga persaudaraan, membangun kepedulian sosial, serta memperkuat sinergi dengan seluruh elemen masyarakat.