Akhir Pekan Ini, Menit ke-10 Jadi Momen Penghormatan untuk Lionel Messi di Argentina
Drajat Sugiri September 03, 2026 10:57 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Akhir pekan ini, setiap pertandingan di semua divisi sepak bola Argentina akan dihentikan sementara pada menit ke-10.

Penghentian tersebut dilakukan untuk memberikan penghormatan selama satu menit kepada Lionel Messi dan kariernya yang begitu melegenda bersama Timnas Argentina.

Penghormatan tersebut berlaku wajib, tidak hanya untuk sepak bola, tetapi juga futsal dan sepak bola pantai, baik putra maupun putri.

Pertandingan yang digelar di stadion dengan layar besar juga diwajibkan memutar video ucapan terima kasih dan perjalanan karier Lionel Messi yang telah disiapkan oleh Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA) sebelum laga dimulai.

Selama satu menit tersebut, seluruh pihak, mulai dari pemain, ofisial hingga penggemar, akan bertepuk tangan sebagai bentuk penghormatan kepada sang ikon yang telah mempersembahkan gelar Piala Dunia 2022 serta berbagai pencapaian lainnya.

Penghormatan ini diinisiasi AFA dua hari setelah Lionel Messi menuliskan surat perpisahan terkait pengabdiannya bersama tim nasional sekaligus menutup perjalanan selama 21 tahun mengenakan seragam kebanggaan La Albiceleste.

Selain trofi Piala Dunia, Lionel Messi juga berhasil membawa Argentina meraih dua gelar Copa America pada 2021 dan 2024, serta trofi Finalissima pada 2022.

"Ditetapkan bahwa pada pekan berikutnya untuk semua kategori dari semua disiplin putra dan putri (Sepak Bola 11, Futsal, dan Sepak Bola Pantai), pertandingan dihentikan pada menit ke-10 babak pertama dan diberikan satu menit tepuk tangan sebagai bentuk pengakuan atas perjalanan karier Lionel Messi bersama Tim Nasional Argentina."

"Demikian pula, untuk stadion-stadion yang dilengkapi dengan layar raksasa, sebelum pertandingan dimulai, diwajibkan untuk menayangkan video institusional dari Asosiasi," bunyi pernyataan AFA pada Rabu (2/9/2026).

Saat ini, sebuah rancangan undang-undang (RUU) juga akan diajukan ke Dewan Perwakilan Rakyat Argentina (Cámara de Diputados de la Nación Argentina) untuk memberikan gelar kehormatan diplomatik resmi kepada Lionel Messi atas kontribusinya mengharumkan nama bangsa di kancah internasional, seperti dilaporkan AFP.

Tanda Tanya

Penghormatan besar terhadap Messi sekaligus menjadi penanda berakhirnya sebuah era di Timnas Argentina.

Media Argentina, La Nacion, menyebut keputusan Lionel Messi untuk pensiun dapat menimbulkan pertanyaan besar mengenai masa depan tim nasional.

Bukan hanya Messi yang mulai meninggalkan panggung internasional. Emiliano Martinez, Leandro Paredes, dan bahkan pelatih Lionel Scaloni juga belum memiliki masa depan yang jelas bersama La Albiceleste.

Lionel Scaloni untuk sementara masih menghormati kontraknya yang berlaku hingga akhir 2026. Namun, setelah itu, belum diketahui apakah ia akan melanjutkan tugasnya atau memilih mundur dari jabatannya.

Beredar kabar bahwa beberapa hari setelah kekalahan Argentina dari Spanyol di final Piala Dunia, Scaloni mengisyaratkan kemungkinan untuk hengkang.

Sejumlah pernyataannya juga menggambarkan kekecewaan terhadap hasil tersebut.

Sementara itu, Paredes diperkirakan dapat mengikuti jejak Lionel Messi. Ada beberapa alasan yang mendasari kemungkinan tersebut.

Pertama, usianya kini telah menginjak 36 tahun. Kemudian, ia harus menjalani skorsing 10 pertandingan setelah terlibat bentrokan dengan Gavi, pemain Spanyol.

Ketiga, Paredes memahami bahwa dirinya harus bertanggung jawab atas tindakannya sekaligus menyadari adanya proses transisi di tubuh tim nasional, dengan para pemain muda mulai mendapat tempat.

"Akan sulit bagi saya untuk melanjutkan karena berbagai hal. Karena skorsing, karena keputusan Leo (Messi) untuk pensiun," beber Paredes.

"Ketidakhadirannya (Messi) akan mempersulit segalanya untuk terus berjalan seperti biasa, sehingga keputusan ini akan sangat sulit," tambahnya saat konferensi pers di Ezeiza menjelang laga melawan Velez dalam ajang Copa Argentina.

Begitu pula dengan Dibu, sapaan akrab Emiliano Martinez, yang masih meragukan masa depannya bersama tim nasional.

"Ada banyak hal yang perlu direnungkan dan dilihat bagaimana melangkah maju dan apakah sudah waktunya untuk mundur," ungkapnya.

Jika Messi benar-benar mengakhiri kariernya bersama Timnas Argentina, La Albiceleste bukan hanya kehilangan kapten dan pemain terbaiknya, tetapi juga harus bersiap menghadapi perubahan besar dalam komposisi tim.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.