TRIBUNWOW.COM - Karhutla di Kalimantan Barat masih menjadi perhatian pemerintah karena jumlah titik panas dan titik api tetap tinggi.
Berdasarkan laporan BPBD Kalbar per 31 Agustus 2026, sebanyak 6.169 titik panas terdeteksi berdasarkan data BMKG.
Dari jumlah tersebut, 284 titik masuk kategori tingkat kepercayaan tinggi dan diduga sebagai titik api.
Anggota Komisi VII DPR RI Alifudin meminta pemerintah mengerahkan sumber daya secara maksimal untuk menangani wilayah yang mengalami kebakaran cukup parah.
“Ancaman kabut asap tidak boleh lagi dianggap sebagai rutinitas musiman yang dimaklumi tanpa adanya solusi penanganan yang permanen dan mendasar,” kata Alifudin, Kamis (3/9/2026).
Ia mendesak pemerintah menambah armada helikopter untuk water bombing serta mengintensifkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), terutama untuk menjangkau titik api yang sulit dipadamkan dari darat.
Baca juga: Sherina Munaf Turun Padamkan Karhutla di Palangka Raya, Rasakan Sulitnya Jinakkan Api di Gambut
Sebelumnya, BNPB telah melakukan OMC di sejumlah wilayah Kalbar, disertai operasi water bombing, patroli udara, serta pengerahan lebih dari 2.700 personel untuk pemadaman di darat.
Selain pemadaman, Alifudin meminta pemerintah menyiapkan posko kesehatan, air bersih, pangan, dan perlengkapan sanitasi bagi masyarakat terdampak kabut asap.
Ia juga menekankan penanganan gangguan pernapasan, khususnya pada anak-anak dan lansia, harus berjalan bersamaan dengan operasi pemadaman.
Di sisi lain, Alifudin meminta aparat mengusut penyebab kebakaran dan menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan secara melawan hukum, termasuk apabila ditemukan keterlibatan korporasi.
“Penegakan hukum tidak boleh tumpul dan harus memberikan sanksi yang tegas tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Sementara itu, BNPB sebelumnya mencatat 157 titik api di enam provinsi prioritas hingga 2 September 2026, termasuk 31 titik di Kalimantan Barat.
Baca juga: Jembatan Pangandaran Anjlok saat Diresmikan! Bupati Dorong Pembangunan Jembatan Permanen
(*)