Bagaimana MBG Watch Tanggapi Keracunan Massal di Sidoarjo & Agam?
Nathanael MoerRahardian September 03, 2026 12:11 PM

- Koalisi masyarakat yang memantau program Makan Bergizi Gratis atau MBG Watch menyoroti rentetan kasus keracunan massal yang terjadi di sejumlah daerah.

Anggota MBG Watch Isnawati Hidayah, menilai kejadian tersebut menunjukkan adanya masalah dalam sistem pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN). 

Isnawati pada Rabu (2/9) menilai, rangkaian kejadian ini menunjukkan BGN belum mampu memastikan keamanan makanan yang diberikan kepada anak-anak sekolah.

Perempuan yang juga sebagai pakar kebijakan kesehatan itu juga mengkritik respons pemerintah yang dinilai masih bersifat reaktif. 

Pihaknya menyayangkan, pemerintah baru bertindak setelah kasus terjadi.

Mereka menilai pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh. 

Terutama terhadap sistem pengawasan dan penerapan standar kebersihan serta keamanan pangan.

Terkini, MBG Watch meminta pemerintah tidak hanya menangani korban setelah keracunan terjadi. 

Namun, juga memperbaiki sistem agar kejadian serupa tidak terus berulang.

"Jadi kami melihat ini adalah bukti tidak terbantahkan ya, kegagalan sistemik dari tidak mampunya BGN untuk memberikan makanan bergizi untuk anak-anak kita," tegas Isnawati

"Catatan kritis yang kami berikan adalah respons pemerintah sekarang ini hanya seperti gimmick ya, dan sporadis atau reaktif," ujar Isnawati.

Sebagai informasi, sekira 566 santri dan siswa diduga mengalami keracunan MBG di Sidoarjo, Jawa Timur. 

Sementara itu, 334 orang diduga keracunan seusai menyantap MBG di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.