Daftar 8 Nama WNI Diduga Jadi Tentara Rusia, Lawan Ukraina Dijanjikan Gaji Besar dan Kewarganegaraan
pairat September 03, 2026 12:47 PM

 

SRIPOKU.COM - Terungkap daftar 8 nama Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga jadi tentara Rusia.

Identitas daftar 8 WNI ini mencuat setelah diungkapkan oleh negara Ukraina.

Diketahui hingga detik ini, konflik antara Rusia dan Ukraina masih berlangsung.

Kini dinas Intelijen Asing Ukraina (SZRU) merilis identitas 8 WNI yang diklaim telah direkrut Rusia untuk menjadi tentara dalam perang melawan Ukraina.

Kedelapan WNI itu diketahui sebagai berikut:

  1. Yuda Putra Pratama
  2. Haryanto Dwi Kencana
  3. Erwanda
  4. Ngangun Hudri Fadli
  5. Muhammad Syaripudin
  6. M. Hadi Maulana
  7. Wahyu Oktavian Iskandar
  8. Helmi Nuraha Hakim.

Kronologi 8 WNI Diduga Jadi Tentara Rusia

Menurut laman yang diterbitkan SZRU, 8 WNI yang direkrut Rusia diduga dimaksudkan untuk mengisi kekosongan tentara di garis depan pertempuran. Pihak Ukraina juga menduga para WNI dijadikan sarana untuk mendukung narasi Rusia.

"Alasan lain merekrut warga asing adalah meningkatnya ketidakpuasan di dalam negeri mengenai situasi sosial dan ekonomi, perang, dan rencana gelombang mobilisasi baru (angka ketidakpuasan mencapai 69 persen) dan konsekuensinya adalah menurunnya juga orang yang bersedia mendaftar sebagai relawan. Indonesia menjadi contoh terbaru pola ini," beber SZRU dikutip Grid.ID dari Tribunnews.com, Rabu (2/9/2026).

SZRU juga berseloroh para WNI aslinya dijadikan canon fodder atau “pakan meriam”. Yakni tentara yang sengaja ditaruh di medan tempur paling depan untuk dikorbankan sebagai sasaran meriam.

Lebih lanjut, SZRU mengklaim para WNI tertarik mendukung Rusia karena diimingi bayaran besar, ditempatkan pada posisi yang bukan posisi tempur, kewarganegaraan Rusia, dan keuntungan sosial. Namun, mereka tidak tahu ke mana sebenarnya mereka akan dikerahkan.

“Pola yang sama telah digunakan sebelumnya terhadap warga negara Nepal, Kuba, Kenya, dan India.

Sebagian besar dari mereka berakhir di garis depan tanpa dibekali pelatihan, dan beberapa tewas dalam beberapa minggu pertama,” ungkap SZRU.

“Indonesia, negara dengan populasi muslim terbesar, yang mencapai lebih dari 280 juta jiwa, telah masuk dalam negara-negara yang dipilih Rusia menjadi sumber tentara yang murah untuk perang,” imbuh SZRU.

Sementara itu, terkait kronologi 8 WNI jadi tentara Rusia, anggota Komisi I DPR RI TB Hasanuddin menyoroti kasus tersebut.

Menurut TB Hasanuddin, perekrutan warga asing untuk menjadi prajurit negara lain umumnya dilakukan secara terbuka dan didorong berbagai kepentingan, termasuk faktor ekonomi.

"Begini ya, rekrutmen itu biasanya terbuka. Biasanya negara-negara maju itu menawarkan, mau masuk atau tidak menjadi prajurit negara mereka, begitu ya.

Saya yakin ini dengan kesadaran sendiri. Pada umumnya tujuannya ekonomi, komersial lah," kata TB Hasanuddin dikutip dari Kompas.com.

Kendati demikian, TB Hasanuddin menekankan bahwa keputusan menjadi prajurit negara asing bukan sekadar persoalan pekerjaan.

Menurutnya, terdapat konsekuensi terhadap status kewarganegaraan Indonesia yang harus dipahami oleh setiap WNI.

"Nah konsekuensinya itu yang saya tahu, ada yang memang mereka tahu kalau masuk menjadi prajurit, maka secara otomatis hilang kewarganegaraan Indonesianya. Tetapi ada juga yang sudah tahu dan sengaja," tandasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.