- Nepal mulai melakukan pemakaman massal terhadap jenazah korban banjir bandang yang belum teridentifikasi.
Pemakaman dilakukan di Hutan Devghat, Distrik Chitwan, setelah jenazah korban ditemukan terbawa arus hingga ratusan kilometer dari lokasi bencana.
Rekaman yang dirilis Viory pada Kamis (3/9/2026) memperlihatkan petugas mengenakan alat pelindung saat menurunkan kantong jenazah dari kendaraan.
Jenazah tersebut kemudian dibawa ke area pemakaman untuk dimakamkan.
Langkah ini diambil lantaran banyak jenazah telah mengalami pembusukan, sementara fasilitas penyimpanan jenazah di wilayah terdampak sudah kewalahan.
Pemerintah Nepal khawatir kondisi tersebut dapat menimbulkan risiko kesehatan jika jenazah tidak segera dimakamkan.
Banjir bandang menerjang wilayah perbatasan Nepal-China pada 26 Agustus 2026 setelah runtuhnya gletser di kawasan Himalaya.
Bencana tersebut memicu aliran air dan material dalam jumlah besar hingga menghancurkan permukiman serta infrastruktur di sepanjang aliran sungai.
Hingga Kamis (3/9/2026), lebih dari 1.200 orang dilaporkan tewas dan ribuan lainnya masih hilang.
Tim penyelamat masih terus melakukan pencarian, termasuk terhadap para pekerja yang diduga terjebak di terowongan proyek pembangkit listrik tenaga air.