TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Pabrik kendaraan listrik BYD di Kabupaten Subang, Jawa Barat, telah diresmikan pada Kamis (3/9/2026).
Kepala DPMPTSP Jawa Barat Dedi Taufik mengatakan, kehadiran pabrik tersebut menjadi salah satu investasi besar di Jawa Barat yang diharapkan mampu memperkuat industri kendaraan listrik sekaligus membuka lebih banyak lapangan kerja.
Percepatan investasi, kata Dedi, menjadi salah satu kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, realisasi investasi Jawa Barat sepanjang 2025 mencapai Rp296,8 triliun. Sementara pada 2026, pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp314 triliun.
Hingga triwulan I 2026, realisasi investasi Jawa Barat telah mencapai Rp76,8 triliun. Dedi mengatakan, berbagai hambatan investasi perlu diselesaikan agar target tersebut dapat tercapai.
"Selama ini investasi Jawa Barat memberikan kontribusi sekitar 15 persen terhadap investasi nasional. Karena itu, penyelesaian berbagai hambatan investasi di Jawa Barat diyakini akan memberikan dampak positif terhadap pencapaian investasi nasional," ujar Dedi, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Dibuka Lowongan Kerja di Subang di PT BYD Auto Indonesia Minimal Lulusan SMK, Berikut Pendaftarannya
Dalam investasi BYD, pemerintah daerah turut mengawal sejumlah persoalan, mulai dari pembebasan lahan, kesiapan infrastruktur, hingga kebutuhan sumber daya manusia.
Dari sisi tenaga kerja, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM mengatakan, BYD kini telah melakukan hampir 9.000 rekrutmen baru seiring meningkatnya permintaan kendaraan listrik.
"Kemudian ke BYD, itu hampir 9.000 sekarang rekrutmen baru karena produknya diminati," ujar KDM.
Jumlah tersebut menjadi perkembangan penting, dibandingkan kebutuhan awal yang pernah disampaikan KDM.
Pada Maret 2025, ia menyebut pabrik BYD membutuhkan sekitar 18.000 pekerja, termasuk tenaga engineer, elektronik, dan tenaga kerja terampil lainnya.
Pemerintah Jawa Barat saat itu diminta menyiapkan calon tenaga kerja lokal agar kebutuhan industri dapat dipenuhi masyarakat sekitar.
Selain BYD, KDM menyebut investasi lain juga memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja.
Salah satunya pembangunan data center di Purwakarta yang disebut menyerap sekitar 3.000 pekerja.
Derasnya investasi tersebut tercermin dari realisasi investasi Jawa Barat pada semester I 2026 yang mencapai Rp138,13 triliun. Investasi tersebut menyerap 246.887 tenaga kerja.
Pabrik BYD di kawasan Subang Smartpolitan Industrial Park berdiri di atas lahan seluas 126 hektare dengan nilai investasi sekitar Rp11,7 triliun. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 unit kendaraan per tahun.
Sejak 2025, KDM ikut mengawal sejumlah persoalan pembangunan pabrik tersebut, termasuk pembebasan lahan dan akses infrastruktur. Salah satu akses yang didorong adalah konektivitas dari Tol Cipali menuju kawasan Subang Smartpolitan.
KDM juga sempat menyoroti persoalan pembebasan lahan yang dinilainya perlu segera diselesaikan agar tidak menghambat investasi.
Sementara itu, BYD menyatakan fasilitas perakitan kendaraan energi baru di Subang merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di Indonesia untuk memperkuat ekosistem manufaktur otomotif nasional.(*)