SRIPOKU.COM - Jadi salah satu di antara 156 penumpang pesawat Garuda yang mengalami insiden pecah ban pada salah satu roda utama, penyanyi Ari Lasso buka suara.
Ari Lasso pun memuji kemampuan pilot yang membawanya terbang menuju Makassar hari ini, Kamis (3/9/2026).
"Salut dan respek untuk kapten dan Copilot Garuda GA 604 Jakarta -Makassar pagi tadi," tulis Ari di media sosialnya, dikutip Kamis (3/9/2026).
"Yang dengan keahlian tinggi berhasil melakukan pendaratan yang nyaris seperti tidak terjadi apa-apa, dengan kondisi roda kanan tidak berfungsi maksimal," imbuhnya.
Ari juga memuji kesigapan kru di bandara Sultan Hasanuddin Makassar yang cekatan dalam mempersiapkan pendaratan maskapai tersebut.
"Salut juga untuk ground crew bandara Hasanuddin yang tampak telah siap 'menyambut pendaratan,'" tulis Ari.
"Dengan berbagai peralatan pendukung hingga mobil pemadam yang tampak standby," sambungnya.
Baca juga: Sosok Dearly Djoshua, Wanita yang Temani Ari Lasso Kondangan, Ternyata Sudah Diidolakan Sejak SD
Dan yang pasti, Ari maupun penumpang lain di dalam pesawat tersebut, merasa bersyukur atas perlindungan yang diberikan Tuhan pada mereka.
"Terlepas dari itu semua, saya dan tentu semua, bersyukur pada Tuhan karena memberikan kami semua keselamatan. Amen," sambungnya.
Pesawat Garuda Indonesia mengalami pecah ban pada roda utama (main wheel) saat penerbangan menuju Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (3/9/2026).
Pesawat Garuda GA604 itu, melakukan penerbangan dengan rute Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG).
Ketika ban pecah, pesawat Boeing 737-800 dengan registrasi PK-GFS tetap melanjutkan penerbangan menuju Makassar.
Namun, pesawat berhasil mendarat dengan aman di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Seluruh penumpang dan awak pesawat GA604 dipastikan dalam kondisi aman.
Bandara Sultan Hasanuddin merupakan bandar udara internasional di Kota Makassar, berjarak sekitar 20 kilometer atau 12 mil di sebelah timur laut pusat Kota.
Pgs General Manager Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Lukman Mardian, mengatakan seluruh unsur terkait langsung bergerak setelah menerima informasi mengenai kondisi pesawat tersebut.
“Begitu menerima informasi dari Tower AirNav Indonesia, kami langsung melakukan koordinasi dan menyiagakan seluruh unsur yang diperlukan untuk memastikan kesiapan kedatangan pesawat,” kata Lukman, dilansir Tribun Timur.
Pesawat tipe Boeing 737-800 (B738) tersebut, lantas mendapat penanganan khusus sebelum mendarat di Makassar.
Menurut Lukman, proses penanganan mengedepankan aspek keselamatan bagi seluruh penumpang dan awak pesawat.
“Alhamdulillah, GA604 dapat mendarat dengan baik, seluruh penumpang dan awak dalam kondisi aman, dan proses penanganan hingga runway kembali beroperasi dapat dilakukan secara terkoordinasi,” lanjunya.
Pesawat Garuda Indonesia GA604 berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta pada pukul 05.52 WIB, Kamis.
Namun, pesawat tersebut, mengalami pecah ban pada salah satu roda utama saat proses keberangkatan.
Pihak Bandara Sultan Hasanuddin menerima informasi mengenai kondisi pesawat dari Tower AirNav Indonesia sekitar pukul 07.00 WITA.
Selanjutnya, pihak bandara melakukan koordinasi dan menyiagakan personel untuk mengantisipasi kedatangan GA604.
Tim Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF) turut disiagakan sebagai bagian dari upaya penanganan situasi tersebut.
Sejumlah kendaraan pendukung dipersiapkan, termasuk kendaraan utama F1, F2, dan Nurse Tender.
Selain itu, koordinasi dilakukan dengan sejumlah pihak terkait, seperti AirNav Indonesia, SAR, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK), serta Base Rescue Lanud.
Pesawat GA604 sempat melakukan go around atau kembali ke udara sebelum akhirnya berhasil mendarat dengan aman di Runway 03 Bandara Sultan Hasanuddin.
Masih mengutip Tribun-Timur.com, Garuda GA604 mendarat di Bandara Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA.
Setelah pesawat berhenti, petugas segera melakukan penanganan untuk memastikan kondisi penumpang dan awak pesawat tetap aman.
Sebanyak 156 penumpang tercatat berada di dalam pesawat tersebut. Pihak bandara kemudian menyiapkan empat unit bus untuk mengangkut seluruh penumpang dari pesawat menuju terminal.
Proses pemindahan penumpang berlangsung dengan aman dan tertib. Penumpang terakhir tercatat keluar dari pesawat pada pukul 09.53 WITA.
Imbasnya, Runway 03-21 Bandara Sultan Hasanuddin sempat ditutup sementara pada pukul 09.30 hingga 10.30 WITA.
Penutupan tersebut, diberlakukan melalui Notice to Airmen (NOTAM) guna mendukung proses penanganan sekaligus memastikan landasan dalam kondisi aman.
Pesawat GA604 kemudian dipindahkan ke Parking Stand di area apron untuk menjalani pemeriksaan serta penanganan teknis oleh petugas terkait.
Tim teknik landasan turut melakukan pengecekan terhadap kondisi runway sebelum digunakan kembali untuk aktivitas penerbangan.
Setelah dinyatakan aman, Runway 03-21 kembali dibuka pada pukul 10.30 WITA.
Operasional penerbangan di Bandara Sultan Hasanuddin pun kembali berjalan normal, pun dengan aktivitas keberangkatan dan kedatangan pesawat.
Bandara Sultan Hasanuddin pun memastikan runway telah dibuka.
Di sisi lain, pihak bandara juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan GA604.
"Keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa tetap menjadi prioritas dalam setiap proses pelayanan penerbangan," ucap Lukman Mardian.