BATAM, TRIBUNBATAM.id - Unit Lakalantas Polresta Barelang ungkap identitas korban kecelakaan maut di Jalan Duyung, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Kamis (3/9/2026) pagi.
Kecelakaan ini melibatkan dua kendaraan, yakni Honda Beat merah lis putih BP 2849 HJ dan mobil Isuzu Dump Truck warna putih BP 8219 EH.
Akibat benturan keras yang terjadi, pengendara motor yang belakangan diketahui berinisial TS, seorang perempuan, meninggal dunia. Sedangkan sopir truk berinisial EJ saat ini sudah diamankan polisi.
Dari hasil penyelidikan polisi, peristiwa kecelakaan ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 09.10 WIB.
Saat itu truk yang dikemudikan oleh EJ datang dari arah Batu Ampar menuju Lampu Merah Simpang Nantongga.
Namun saat di U-turn depan Harbour Bay, TS diduga langsung putar balik, tanpa memperhatikan kendaraan yang datang dari arah Batu Ampar.
"Pengemudi truk berusaha menghindari korban. Namun karena kondisi sudah dekat, korban tersenggol barrel dan terjatuh hingga terlindas roda belakang," kata Kanit Gakkum Satlantas Polresta Barelang, Iptu Jefri.
Akibat kejadian ini, pengendara motor mengalami luka berat di bagian kepala. Kaki kanan dan kirinya alami luka robek. Saat kejadian, korban mengenakan helm. Helm itu ikut rusak.
"Pengendara dinyatakan meninggal setelah sampai di Rumah Sakit Budi Kemuliaan," ujar Jefri yang pernah bertugas sebagai Panit Opsnal Unit Intelkam Polsek Nongsa.
Supir truk dan kendaraan yang terlibat kecelakaan saat ini sudah diamankan di Unit Laka Lantas Polresta Barelang.
"Kita masih mendalami kasus ini," tuturnya.
"Ibu itu hendak putar balik, truk pasir sudah dekat, tapi ibu itu memaksa," kata Lando.
Menurutnya, sopir truk sudah berusaha menghindari pengendara tersebut. Namun nahas, pengendara motor tersambar ban belakang truk.
"Pengendara motor itu disambar ban belakang, ibu itu jatuh ke roda belakang. Kepalanya terlindas," ujarnya.
Saat kejadian, mobil patroli kepolisian sedang berada di sekitar lokasi.
"Jadi tadi tidak lama, polisi langsung datang, korban dimasukkan ke mobil dan langsung dibawa," kata Lando.
Ia menyebut, sopir dan kernet truk langsung dibawa ke kantor polisi.
"Tadi truk itu juga dibawa polisi," ujarnya.
Ia menggambarkan situasi di lokasi pasca kecelakaan terjadi. Warga sekitar dan pengendara yang melintas tidak berani mendekati korban.
Menurutnya, saat itu korban sudah meninggal di tempat. Kondisinya mengenaskan.
"Tadi itu karena korban meninggal di tempat, jadi warga dan pengendara tidak berani mendekat," kata Lando.
(Tribunbatam.id/Pertanian Sitanggang)