Ratusan Siswa SMP di Toraja Dilarikan ke RS, Keracunan Makanan Usai Santap MBG
Juang Naibaho September 03, 2026 06:09 PM

TRIBUN-MEDAN.com - Kasus keracunan makanan usai santap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) terus terjadi.

Kali ini, ratusan siswa SMP Negeri 1 Makale dan SMP Negeri 2 Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengalami gangguan kesehatan usai santap MBG, Kamis (3/9/2026). 

Hitungan hari sebelumnya, kasus keracunan makanan dialami sekitar 668 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangi, Sidoarjo, Jawa Timur, pada Selasa (1/9/2026). 

Sehari berselang, Rabu (2/9/2026), 334 orang terdiri dari siswa, guru, ibu menyusui, hingga balita di Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, diduga keracunan makanan usai santap menu MBG.

Baca juga: Lagi, Ratusan Siswa Keracunan MBG, Kepala BGN Minta Maaf Lagi, Bilang Batas Konsumsi Jam 10.00

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Geram atas Lambatnya Pencopotan Kepala Regional BGN Sumut

Bupati Tana Toraja Zadrak Tombeg mengatakan, para siswa yang mengalami gangguan kesehatan tersebut mendapat perawatan di tiga rumah sakit di wilayah Tana Toraja. 

"Ada tiga rumah sakit di Tana Toraja yang merawat semua korban-korban keracunan, pengaruh makanan MBG," kata Zadrak, dikutip dari Tribun Timur, Kamis. 

Ketiga rumah sakit tersebut yakni RS Fatima, RS Sinar Kasih, dan RSUD Lakipadada. 

Berdasarkan data yang disampaikan pemerintah daerah, sebanyak 70 siswa dirawat di RSUD Lakipadada. 

Kemudian, 25 siswa mendapat perawatan di RS Fatima dan 41 siswa dirawat di RS Sinar Kasih. 

Total terdapat 136 siswa yang mendapat penanganan medis di tiga rumah sakit tersebut. 

Dilaporkan bahwa ruang unit gawat darurat (UGD) RSUD Lakipadada dipadati siswa yang mengalami keluhan kesehatan pada Kamis ini. 

Sejumlah siswa tampak mendapat penanganan medis setelah mengeluhkan kondisi tidak sehat. 

Keluhan yang dialami para siswa antara lain mual, sakit kepala, sakit perut hingga muntah. 

Sejumlah siswa lainnya juga dilaporkan mendapat perawatan di fasilitas kesehatan lain di wilayah Makale. 

Sebelum dilarikan ke rumah sakit, para siswa menyantap menu MBG pada Rabu (2/9/2026). Menu tersebut terdiri dari nasi, ayam masak kuning, tempe goreng tepung, sayur tumis yang berisi labu siam, wortel dan jagung, serta buah melon.

Gangguan kesehatan mulai dirasakan sejumlah siswa pada malam hari setelah makanan tersebut dikonsumsi. 

Seorang orangtua siswa mengatakan anaknya mulai mengalami kondisi tidak sehat pada Rabu malam. 

Para siswa kemudian dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis. 

Kejadian tersebut diduga berkaitan dengan makanan MBG yang dikonsumsi para siswa. Namun, penyebab pasti gangguan kesehatan yang dialami siswa masih menunggu pemeriksaan dan keterangan resmi dari pihak terkait.

Pemeriksaan diperlukan untuk memastikan apakah keluhan yang dialami para siswa memang berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi atau terdapat faktor lain. 

Hingga Kamis, para siswa yang mengalami gangguan kesehatan masih mendapat penanganan medis di tiga rumah sakit di Tana Toraja. 

Siswa Sakit Perut di SMAN 1 Lubuk Pakam

Di Deli Serdang, Sumatra Utara, pihak SMA Negeri 1 Lubuk Pakam memulangkan puluhan siswa-siswinya karena mengalami sakit perut secara bersamaan, Selasa (1/9/2026).

Kepala SMAN 1 Lubuk Pakam, Fazli Mirwan, menyebut para siswa datang ke UKS dengan keluhan serupa, yakni sakit perut, meski tidak ada yang sampai mengalami muntah-muntah.

Fazli menjelaskan, menu MBG untuk hari itu belum dibagikan lantaran baru tiba di sekolah. Ia belum bisa memastikan apakah kondisi para siswanya berhubungan dengan menu MBG yang dikonsumsi pada hari sebelumnya atau bukan.

Sehari berselang, Rabu (2/9/2026), Sebanyak 7 orang siswi SMA Negeri 1 Lubuk Pakam dilarikan ke klinik karena sakit perut bersamaan. Mereka dirawat di dua klinik yang berbeda.

Pantauan Tribun Medan, sekira pukul 16.00 WIB pihak SPPG Haru Raya 1 & 2 sempat melihat kondisi anak-anak yang sakit perut di klinik Daffina.

Kepala SPPG Haru Raya 1 & 2, Heriyanto menyebut, ia datang untuk melihat bagaimana kondisi anak-anak. Dia bilang, pihaknya siap menanggung biaya perobatan sampai sembuh.

"Total 7 orang semuanya (yang sakit perut dan dibawa ke klinik). Kalau yang di sini 6 orang dan 1 lagi di klinik lain dan ini saya akan lihat juga nanti. Ini saya harus ke Dinas Kesehatan dulu tapi karena dipanggil kita," ujar Heriyanto. (*/tribunmedan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.