Keluarga Siswa Korban Keracunan MBG di SMAN 3 Nganjuk Labrak Kepala SPPG, Tuntut Penjelasan
faridmukarrom September 03, 2026 06:50 PM

TRIBUNMATARAMAN.COM, NGANJUK - Keluarga salah satu siswa SMAN 3 Nganjuk yang menjadi korban dugaan keracunan setelah mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) mendatangi Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk meminta penjelasan.

Kedatangan keluarga korban berlangsung dalam suasana tegang.

Dalam video yang beredar, seorang pria mengenakan baju berwarna hitam tampak mempertanyakan kejadian tersebut kepada dua pemuda yang berada di lokasi.

"Kae lo, ponakanku iku. Keracunan! Menune opo, nasi goreng to?” tanya pria tersebut dengan nada tinggi.

Baca juga: Tabrakan 2 Truk di Papar Kediri, 6 Orang Luka-luka dan Dilarikan ke RSKK Pare

Pria tersebut kemudian terlihat menunjuk-nunjuk dan sesekali mengepalkan tangan saat menyampaikan protesnya.

Sementara dua pemuda yang dihadapinya lebih banyak terdiam dan memberikan tanggapan dengan suara yang kurang terdengar karena mengenakan masker.

Salah satu pemuda yang berada di lokasi diketahui merupakan Kepala SPPG bernama Zaidan.

Ia memilih tidak banyak memberikan tanggapan ketika dicecar pertanyaan oleh keluarga korban.

"Nanti ada statement resminya pak.” jawab salah satu teman Zaidan.

Keluarga Pertanyakan Menu Nasi Goreng

Jawaban tersebut belum meredakan emosi keluarga korban.

Pria berbaju hitam kembali mempertanyakan menu makanan yang diberikan kepada para siswa SMAN 3 Nganjuk sebelum mereka mengalami dugaan keracunan.

Ia menyebut menu nasi goreng tersebut dilarang oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Karena itu, keluarga korban meminta pihak SPPG memberikan penjelasan mengenai makanan yang dikonsumsi para siswa sebelum mengalami dugaan keracunan.

Keluarga juga mempertanyakan proses penyediaan dan pengawasan makanan MBG yang diberikan kepada para siswa.

Kepala SPPG Pilih Bungkam

Sementara itu, ketika ditemui di RSUD Nganjuk, Zaidan memilih bungkam dan tidak bersedia memberikan wawancara mengenai kejadian tersebut.

Zaidan hanya membenarkan bahwa dirinya merupakan Kepala SPPG Begadung.

Ketika ditanya lebih lanjut mengenai dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa, ia hanya memberikan jawaban singkat.

"Mohon maaf. Jangan Pak.” ujarnya.

Peristiwa dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa SMAN 3 Nganjuk tersebut kini menjadi perhatian.

Selain kondisi para siswa, penyediaan menu MBG serta proses pengawasan makanan yang diberikan kepada penerima manfaat juga menjadi sorotan.

Wabup Nganjuk Pastikan Korban Ditangani dengan Baik oleh Rumah Sakit dan Puskesmas

Wakil Bupati (Wabup) Nganjuk, Trihandy Cahyo Saputro menelik siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 3 Nganjuk yang tengah dirawat di RSUD Nganjuk, Rabu (2/9/2026). 

Para siswa tersebut harus dilarikan ke rumah sakit diduga keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Dalam kesempatan itu, mas Handy -sapaan Wabup- memastikan pelayanan terhadap puluhan siswa dilakukan maksimal. 

Hingga kini, observasi dan verifikasi data terus berlangsung. 

"Kami terus mendampingi untuk memberikan pelayanan terbaik. Kita doakan semoga semuanya segera pulih dan pulang ke rumah," katanya. 

Seluruh korban adalah siswa SMAN 3 Nganjuk. 

Data sementara terdapat 49 pasien yang ditangani.

Selain itu, ada satu guru perempuan. Kemungkinan jumlah bisa bertambah. 

"Data masih belum pasti. Ada siswa dan satu guru perempuan," jelasnya. 

Seorang guru SMAN 3 Nganjuk, Andik, membeberkan kronologi kejadian.

Dia menyatakan menu MBG datang di sekolah pukul 10.00 WIB. 

"Kemudian kami persilahkan anak-anak untuk mengambilnya dan dimakan," ujarnya. 

Gejala keracunan tak langsung muncul setuntas siswa melahap MBG. 

Gejala itu baru menghampiri beberapa jam berselang. 

"Pukul 14.00 WIB, siswa ada yang mual, pusing, serta muntah," sebutnya. 

Andik menyatakan menu MBG terdiri dari nasi goreng, tahu bulat, ayam suwir, dan telur dadar. 

Selain itu, ada pula potongan semangka dan acar dalam ompreng. 

"Saya tidak bisa memastikan, bagian makanan mana yang membuat mereka keracunan," ujarnya. (nen) 

(Ayu Fasta/Danendra Kusuma/Tribunmataraman.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.