Ciptakan Dongeng Indah ke Liga Champions, Kinerja Cesc Fabregas Berujung Manis di Italia
Arif Tio Buqi Abdulah September 03, 2026 07:30 PM

TRIBUNNEWS.COM - Salah satu keajaiban yang terjadi di kompetisi Liga Italia musim lalu ialah capaian luar biasa yang ditorehkan Como 1907.

Ya, Como tanpa diduga bisa menciptakan dongeng indah dengan menyelesaikan kompetisi di zona Liga Champions.

Setelah memainkan 38 laga, Como secara mengejutkan mampu menempati peringkat 4 di klasemen akhir Liga Italia.

Como pun berhak mendampingi Inter Milan, Napoli dan AS Roma sebagai tiga tim lain yang mewakili Italia di panggung Liga Champions musim ini.

Baca juga: Kasus Morata Jadi Pelajaran, Fabregas Ultimatum Como Datangkan Striker Baru

Berbekal raihan 71 poin dari 38 pertandingan, Como menyalip perolehan angka AC Milan hingga Juventus.

Sepanjang musim lalu, Como memang tampil apik dengan mencatatkan 20 kemenangan, 11 hasil imbang dan hanya 7 kekalahan.

Produktifitas gol (65) dan jumlah kebobolan (29) Como juga sangat baik, mereka hanya kalah dari Inter Milan selaku juara.

Dalam hal selisih gol, Como juga menjadi tim terbaik kedua setelah Inter dengan catatan yang mengesankan (+36 gol).

Tak hanya itu, tak sedikit pihak yang memuji soal gaya bermain Como yang atraktif sekaligus menyerang, serta terkesan jauh dari ciri khas klub Italia yang terkenal dengan kerapatan pertahanannya.

MERAYAKAN GOL - Pemain Como berkumpul merayakan gol yang mereka cetak dalam pertandingan.
MERAYAKAN GOL - Pemain Como berkumpul merayakan gol yang mereka cetak dalam pertandingan. (Web Como)

Berbekal performa impresifnya musim lalu tersebut, kini Como berkesempatan merasakan atmosfer tampil perdana di Liga Champions Eropa musim ini.

Di balik performa gemilang tim ini, keberadaan Cesc Fabregas sebagai aktor utama di balik layar Como tak bisa dilupakan.

Dengan usianya yang masih 39 tahun, Fabregas seakan berhasil menjawab keraguan banyak pihak tentang potensi dirinya menjadi pelatih bagus di masa depan.

Kepercayaan besar yang diberikan manajemen Como kepada Fabregas untuk menjadi pelatih tim utama Como per Juli 2024 pun seakan langsung dibayar lunas olehnya.

Como mampu bersaing secara elit dengan komposisi skuad mudanya di level teratas sepak bola Italia musim lalu.

Apa yang dilakukan Fabregas bersama Como musim lalu pun baru-baru diganjar dengan penghargaan luar biasa.

Fabregas secara resmi dinobatkan sebagai pelatih terbaik kompetisi Liga Italia musim lalu, Rabu (2/9/2026) tadi malam.

Pelatih muda asal Spanyol itu mengalahkan Christian Chivu yang mampu membawa Inter Milan menjuarai Liga Italia musim lalu.

Penghargaan tersebut jelas terasa berharga bagi Fabregas.

Karena itu menjadi bukti pengakuan resmi sepak bola Italia atas kinerja luar biasa Fabregas musim lalu di Como.

Penghargaan yang diraih Fabregas kian lengkap, karena Nico Paz yang merupakan pemain andalannya di Como, diganjar penghargaan sebagai pemain muda terbaik Liga Italia musim lalu.

Jatuh Bangun Como demi Berbicara Banyak di Sepak Bola Italia

Perjuangan Como untuk bisa naik kasta dapat dikatakan seperti roller coaster, sempat naik kasta ke Serie C dan Serie B pada akhir 2010an,

Sayangnya, masalah finansial kembali menimpa Como, hingga akhirnya membuat klub ini kembali berkompetisi di Serie D pada musim 2017/2018 lalu.

Barulah setelah diakuisisi Grup Djarum dari Indonesia, kebangkitan Como sudah tidak terhentikan lagi.

Setelah dibeli Djarum pada tahun 2019, perjalanan luar biasa telah dilewati Como dengan promosi ke Serie C lalu ke Serie B, hingga ke Serie A.

Pada musim 2020/2021, Como mampu naik kasta ke Serie B dengan gagah.

Tiga musim berselang, Como akhirnya bisa kembali merasakan atmosfer Serie A dengan lolos promosi sebagai peringkat kedua.

Dan pada musim 2024/2025, Como akhirnya kembali tampil sebagai peserta di kasta tertinggi sepak bola Italia.

Cesc Fabregas memberikan pidato di ruang ganti usai tim arahannya, Como 1907, promosi ke Serie A. Fabregas menjanjikan timnya liburan ke Ibiza. (Tangkap Layar Twitter)

Hebatnya, Como mampu menyelesaikan momen comebacknya tersebut dengan menempati peringkat 10 di klasemen akhir.

Keajaiban yang tidak terduga pun akhirnya kembali menaungi Como, yang bisa menyelesaikan kompetisi Liga Italia musim ini di peringkat empat alias zona Liga Champions.

Harapan Como untuk bisa tampil di kompetisi Eropa musim depan pun langsung terbayar lunas pada akhir musim lalu.

Apa yang dicapai Como musim lalu tergolong mentereng, karena mereka juga sempat menjadi semifinalis Coppa Italia, sebelum kalah dramatis di tangan Inter Milan.

Como 1907 jelas layak dianggap sebagai kekuatan baru yang menjanjikan di sepak bola Negeri Pizza.

Kini, prospek Como sebagai salah satu klub menjanjikan dan atraktif dari Italia akan ditunggu lagi kiprahnya pada musim ini bersama Fabregas.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.