Uskup Labuan Bajo dan Tim Australia Kunjungi SMKS Stella Maris, Dorong Kolaborasi Pendidikan Vokasi
Nofri Fuka September 03, 2026 06:47 PM

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO – Masa depan pendidikan membutuhkan perjumpaan, dialog, pertukaran pengalaman, serta kolaborasi. Semangat tersebut mewarnai kunjungan Uskup Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, bersama tim dari Australia ke SMKS Stella Maris Labuan Bajo, Rabu (2/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Mgr. Maksimus Regus didampingi Vikjen Keuskupan Labuan Bajo Romo Richardus Manggu, Pr, Sekjen Romo Frans Nala, Pr, Ketua Yasukmabar Romo Yohanes Fakundo Selman, Pr, Direktur Puspas Keuskupan Labuan Bajo Romo Charles Suwendi, serta pastor paroki sekaligus pengurus Yayasan Sukma Manggarai Barat, Romo Dominikus Risno Maden, Pr.

Pertemuan bersama tim dari Australia menjadi ruang untuk berdialog dan berbagi pengalaman mengenai pengembangan pendidikan, khususnya pendidikan vokasi Katolik di tengah perubahan zaman.

Sebagai sekolah menengah kejuruan, SMKS Stella Maris menghadapi tantangan sekaligus peluang besar seiring perkembangan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional.

 

Baca juga: 40 Warga MBR di Banjar Terima Sertipikat Tanah, Wamen Ossy Dorong Rumah Layak Huni

 

 

Perkembangan tersebut meningkatkan kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki keterampilan, profesionalisme, kemampuan beradaptasi, serta karakter yang kuat.

Karena itu, pendidikan vokasi tidak cukup hanya mempersiapkan siswa memperoleh ijazah. Sekolah juga perlu membekali siswa dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia kerja, sekaligus menanamkan integritas, disiplin, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Kehadiran tim dari Australia menjadi kesempatan bagi SMKS Stella Maris untuk memperluas wawasan dan mempelajari berbagai pengalaman dalam pengembangan pendidikan, tanpa meninggalkan identitas serta konteks lokal.

Membuka Peluang Kolaborasi Internasional

Kunjungan tersebut juga menjadi momentum untuk membangun jejaring pendidikan yang lebih luas. Kerja sama dengan mitra internasional berpotensi membuka peluang pengembangan kompetensi guru, peningkatan keterampilan siswa, pertukaran pengalaman, hingga penguatan hubungan antara sekolah dan dunia kerja.

Namun, kolaborasi diharapkan tidak berhenti pada pertemuan. Gagasan yang muncul perlu diterjemahkan menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi peserta didik.

Pertemuan dengan tim Australia menjadi kesempatan untuk membuka jendela baru bagi SMKS Stella Maris dalam mengembangkan pendidikan yang semakin adaptif terhadap perkembangan global.

Kerja sama internasional juga diharapkan tetap memperkuat keunggulan lokal. Sekolah dapat belajar dari pengalaman berbagai pihak, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan masyarakat dan karakter pendidikan di Labuan Bajo.

Pendidikan sebagai Ladang Harapan

Arah tersebut sejalan dengan perhatian Mgr. Maksimus Regus terhadap pendidikan Katolik di Manggarai Barat. Dalam pembukaan Tahun Ajaran 2026/2027, Uskup Labuan Bajo menegaskan bahwa sekolah merupakan ladang tempat siswa, guru, dan seluruh pemangku kepentingan menumbuhkan harapan.

Dalam konteks itu, pendidikan tidak hanya berbicara tentang kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, iman, keterampilan, dan kepedulian terhadap sesama.

Sebagai sekolah vokasi Katolik, SMKS Stella Maris memiliki tantangan untuk menjaga identitasnya sekaligus responsif terhadap kebutuhan dunia kerja dan perkembangan teknologi.

Iman menjadi arah, kompetensi menjadi daya, sementara karakter menjadi fondasi bagi para siswa dalam menghadapi masa depan.

Menyiapkan Generasi Masa Depan Labuan Bajo

Pertumbuhan Labuan Bajo sebagai destinasi pariwisata internasional perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia lokal.

Kemajuan daerah tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, investasi, maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari sejauh mana anak-anak daerah memperoleh kesempatan untuk menjadi pelaku utama pembangunan.

Karena itu, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi muda yang mampu mengambil peran di tengah perkembangan daerah.

Kunjungan Uskup Labuan Bajo dan tim dari Australia ke SMKS Stella Maris akhirnya bukan sekadar agenda pertemuan. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi simbol pentingnya membuka diri terhadap kolaborasi, belajar dari pengalaman, dan membangun visi pendidikan yang lebih jauh ke depan.

Dari Stella Maris, harapannya lahir generasi muda yang memiliki kompetensi, karakter, dan keberanian untuk mengambil bagian dalam masa depan Labuan Bajo, Indonesia dan dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.