TRIBUN-SULBAR.COM - Kawasan Desa Adat Sade, Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), banyak perempuan menjalankan usaha kecil, termasuk nasabah PNM Mekaar yang mengandalkan kerajinan tenun sebagai sumber penghasilan.
Kain songket dan selendang khas Sasak tidak hanya menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, tetapi juga menopang perekonomian keluarga dan menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Baca juga: Rentetan Aksi 15 Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Gadis 15 Tahun di Mamuju, Diseret ke Semak-Semak
Baca juga: Jadi Bandar Sabu-sabu, Perempuan 38 Tahun Asal Palu Diciduk di Mamuju Tengah
Namun musibah kebakaran terjadi di desa itu pada Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 21.00 WITA, hingga api melahap ratusan rumah tradisional suku Sasak dalam hitungan jam.
Kebakaran membuat dampak yang dirasakan warga jauh lebih besar dari sekadar kehilangan tempat tinggal.
Rumah, alat tenun, hasil produksi, hingga kios-kios kecil tempat mereka menjajakan kerajinan kepada wisatawan turut terbakar.
Namun PT Permodalan Nasional Madani (PNM) memastikan nasabah tidak menghadapi masa sulit seorang diri.
“Kami ingin memastikan bahwa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi sulit, PNM tidak hanya datang membawa bantuan, tetapi juga tetap bersama mereka sampai kondisi berangsur pulih. Setelah kebutuhan darurat terpenuhi, kami akan terus melihat kebutuhan lanjutan, termasuk bagaimana nasabah dapat kembali menjalankan aktivitas dan usahanya,” ujar Direktur Utama PNM, Kindaris.
Semangat tersebut diterapkan PNM Peduli di Desa Adat Sade dengan terlebih dahulu melihat kebutuhan yang paling mendesak di lapangan.
Sebelum penyaluran dilakukan, tim turun langsung untuk memastikan dukungan yang diberikan benar-benar menjawab kebutuhan nasabah dan masyarakat terdampak, bukan sekadar mengirimkan paket bantuan umum.
Dari pemetaan tersebut, perlengkapan rumah tangga menjadi salah satu kebutuhan utama. Hampir seluruh peralatan untuk memasak, makan, minum, dan aktivitas sehari-hari ikut musnah bersama rumah yang terbakar.
Bagi mereka yang baru kehilangan hampir seluruh isi rumah, perlengkapan sederhana tersebut memiliki arti yang besar. Setiap barang yang diterima bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan hari itu, tetapi juga menjadi langkah awal agar warga dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari di tengah kondisi yang serba terbatas.
Kehadiran PNM Peduli di Desa Adat Sade menunjukkan bahwa respons terhadap kondisi nasabah terdampak dilakukan dengan cepat sekaligus mempertimbangkan kebutuhan nyata di lapangan. Belum genap satu minggu setelah kebakaran, dukungan telah tiba dan diserahkan langsung kepada mereka yang membutuhkan. (*)