Enam Karhutla Terjadi di Kepahiang hingga Agustus 2026, BPBD Ungkap Dugaan Pemicu
Hendrik Budiman September 03, 2026 11:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, M. Bima Kurniawan  

TRIBUNBENGKULU.COM, KEPAHIANG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang mencatat enam kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hingga Agustus 2026.

Enam kejadian tersebut tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Seberang Musi, Kepahiang dan Bermani Ilir.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kepahiang, Hendra, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan langkah antisipasi untuk mencegah karhutla kembali terjadi.

Upaya tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat yang melibatkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Gubernur Bengkulu dan Bupati Kepahiang.

Menurut Hendra, pembahasan dalam rapat lebih diarahkan pada upaya pencegahan dibandingkan penanganan setelah kebakaran terjadi.

"Iya agenda rapat kita kemarin bersama BNPB, Gubernur dan Bupati terkait antisipasi terjadinya karhutla, lebih banyak kepada upaya pencegahan daripada penanggulangan karhutla," ujar Hendra, Kamis (3/9/2026).

Karhutla Banyak Terjadi di Sekitar Jalan Lintas

Berdasarkan pemantauan BPBD Kabupaten Kepahiang, kejadian karhutla lebih banyak ditemukan di sekitar jalan lintas.

Kondisi tersebut memunculkan dugaan sementara bahwa kebakaran dapat dipicu oleh puntung rokok yang dibuang sembarangan oleh pengendara.

Baca juga: PCNU Kepahiang Titip Harapan ke Ketum PBNU Rangkul Semua Pihak dan Utamakan Kemaslahatan

Meski demikian, BPBD belum menemukan indikasi bahwa kebakaran tersebut sengaja dilakukan masyarakat dengan cara membakar lahan.

"Kejadian tersebut lebih banyak di jalan lintas, jadi ada indikasi penyebabnya dari pengendara yang membuang puntung rokok. Berdasarkan pantauan kita, untuk indikasi pembakaran dari masyarakat belum ada," jelas Hendra.

BPBD Siapkan Tangki Air 6 Ton

Selain melakukan pencegahan, BPBD Kabupaten Kepahiang tetap menyiapkan langkah penanganan apabila karhutla kembali terjadi.

Penanganan nantinya dilakukan secara bersama-sama dengan pemadam kebakaran dan Satpol PP Kabupaten Kepahiang.

BPBD menyiapkan satu unit mobil tangki untuk menyuplai air dengan kapasitas enam ton. Sementara pemadam kebakaran dan Satpol PP menyiapkan unit penyemprotan untuk melakukan pemadaman di lokasi.

"Apabila terjadi karhutla kita berkolaborasi dengan pemadam kebakaran dan Satpol PP. BPBD menyiapkan satu unit tangki penyuplai dengan kapasitas enam ton. Sementara pemadam kebakaran dan Satpol PP menyiapkan unit penyemprotannya," kata Hendra.

Sarana Terbatas, Pencegahan Jadi Prioritas

Hendra mengatakan keterbatasan sarana dan prasarana menjadi salah satu alasan BPBD lebih mengutamakan upaya pencegahan karhutla.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat perlu diperkuat agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak dini.

BPBD Kepahiang nantinya akan berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya karhutla sekaligus langkah-langkah pencegahannya.

"Tindak lanjut ke depan kita berkoordinasi dengan TNI-Polri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi karhutla sehingga bisa dicegah sedini mungkin karena persiapan sarana dan prasarana kita juga minim," pungkas Hendra.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.