Tribunlampung.co.id, Jakarta - Musisi kondang Ari Lasso mengungkapkan rasa syukur yang mendalam usai menjadi satu di antara penumpang dalam penerbangan pesawat Garuda Indonesia GA604 yang mengalami insiden pecah ban usai lepas landas, Kamis (3/9/2026).
Baca juga: Nasib 141 Penumpang atas Insiden Ban Pesawat Garuda Pecah Usai Lepas Landas
Penerbangan rute Jakarta–Makassar berarmada Boeing 737-800 tersebut mengalami kerusakan teknis pada roda utama (main wheel) nomor tiga tak lama setelah mengudara dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 05.52 WIB.
Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, musisi senior tersebut mengapresiasi keahlian pilot serta kesiapan tim navigasi darat yang berhasil mendaratkan pesawat secara mulus di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, pukul 09.13 WITA.
Ari juga menyoroti kesiapsiagaan ground crew Bandara Internasional Sultan Hasanuddin yang telah menyiagakan armada pemadam di pinggir landasan.
Ia tak henti-hentinya mengucap syukur atas keselamatan seluruh jiwa yang ada di dalam pesawat tersebut.
"Terlepas dari itu semua saya dan tentu semua bersyukur pada TUHAN karena memberikan kami semua keselamatan. Amen," tulis Ari Lasso dalam unggahannya, dilansir Tribunnews.com.
Kementerian Perhubungan mengonfirmasi bahwa seluruh 141 penumpang beserta delapan kru pesawat berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat tanpa cidera.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Lukman F Laisa, menjelaskan bahwa penanganan insiden darurat ini dilakukan dengan mengutamakan standar keselamatan tertinggi.
"Pada pukul 05.52 WIB, Tower JATSC Bandara Soekarno-Hatta memberi tahu Pilot in Command (PIC) bahwa roda utama nomor tiga mengalami pecah ban setelah airborne," ujar Lukman dalam keterangannya, Kamis (3/9/2026).
Setelah berkoordinasi melalui komunikasi Ground to Air (GTA) pada pukul 06.04 WIB, pilot memutuskan untuk tetap melanjutkan penerbangan menuju sasaran lokasi di Makassar.
Pihak pengelola bandara tujuan langsung bersiaga dan memblokir sementara area runway melalui penerbitan NOTAM Nomor A3284/26 demi kelancaran proses penanganan armada pasca-pendaratan.
Sesaat setelah pendaratan darurat berhasil dilakukan, pesawat ditarik menuju parking stand untuk menjalani penggantian komponen roda oleh tim teknik Garuda Indonesia bersama GMF AeroAsia.