Buru Api dari Udara, Patroli Drone Efektif Tekan Karhutla di Berau
Dodi Esvandi September 04, 2026 01:38 AM

TRIBUNNEWS.COM, BERAU — Penggunaan teknologi pantauan udara dan investasi sarana prasarana pencegahan kebakaran secara masif menjadi kunci sukses PT Yudha Wahana Abadi (YWA) dalam mengendalikan karhutla di Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. 

Tidak hanya menjaga area internal, integrasi sistem pemantauan satelit, drone, dan menara pantau tersebut efektif menghentikan meluasnya kebakaran di lahan-lahan terlantarkan milik warga.

Senior Estate Manager PT AAPA/PT YWA, Jabeglin Purba, menerangkan bahwa deteksi dini menjadi tulang punggung operasional tim pencegahan kebakaran. 

Begitu satelit atau drone patroli menemukan gumpalan asap di luar batas konsesi, sinyal darurat langsung diteruskan ke unit operasional di lapangan.

"Sistem kami terintegrasi dari Head Office hingga staf di kebun. Jika cuaca panas berlangsung lebih dari 3 hari, tim patroli ditingkatkan hingga 3 shift full. Ketika drone memantau adanya titik api di lahan terlantarkan masyarakat yang berjarak 3 hingga 5 kilometer dari batas HGU, tim tanggap darurat bersama armada tangki dan 57 unit mesin pompa langsung diluncurkan. Kami pastikan penanganan dilakukan secara cepat sebelum api merambat ke kawasan hutan," papar Jabeglin saat ditemui awak media di area perkebunan PT YWA, Selasa (1/9/2026).

Baca juga: Karhutla di Sumatra hingga Kalimantan, Komnas HAM: Tak Bisa Lagi Dipandang Sekadar Peristiwa Alam

Efektivitas penggunaan teknologi dan kesiapan alat tanggap darurat ini dirasakan langsung oleh petani lokal. 

Herman, warga Desa Merapun yang mengelola 31 hektar lahan, menyaksikan sendiri bagaimana ketangkasan alat dan armada pemadam PT YWA menjinakkan api yang membakar lahan semak belukar di dekat kebunnya.

"Lahan yang terbakar itu lahan terlantarkan belum ditanami. Begitu api membesar, saya telepon petugas perusahaan. Dalam waktu 30 menit mobil damkar tiba, menyedot air dan menyemprotkan selang panjang ke tengah lahan. Cukup dua tangki air disiramkan secara beruntun, api di lahan 3 hektar langsung padam total. Kerjasama ini sangat menenangkan kami para petani," kata Herman.

Keandalan sarana dan prasarana penanggulangan karhutla milik PT YWA juga menuai pujian dari instansi teknis Pemkab Berau. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Berau, Hermansyah, menegaskan pentingnya peran alat dan teknologi swasta dalam menutupi keterbatasan jangkauan petugas di wilayah pelosok.

"Titik hotspot di Kecamatan Kelay sempat tercatat paling tinggi di Kabupaten Berau. Kehadiran PT YWA dengan kesiapan personel, armada tangki, dan patroli rutinnya di area luar konsesi sangat membantu tugas kami di BPBD. Kontribusi aktif seperti inilah yang sangat dibutuhkan dalam menjaga ketahanan lingkungan dari bencana karhutla," tutur Hermansyah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.