TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang karyawan warung Aceh, Muslihun (31) mengaami perampokan dan penodong senjata api (senpi). Peristiwa perampokan itu terjadi di Jalan Panglima Denai, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, pada Rabu (2/9) sekitar pukul 03.52 WIB.
Saat kejadian, ia sedang berjaga sendirian di warung Aceh yang buka 24 jam. Tiba-tiba dua orang pria yang mengendarai sepeda motor Honda Scoopy tanpa plat berhenti didepan tokonya. Keduanya pun masuk kedalam warung sembako.
Menurutnya, kedua terduga pelaku itu menggunakan jaket Hoodie berwarna abu-abu, satu diantaranya memakai helm serta masker. Keduanya pun menghampiri korban dan salah satu pelaku langsung mengeluarkan senjata api diduga senpi rakitan. Korban pun tak berdaya melihat senpi tersebut diarahkan tepat diwajahnya.
"Pelaku langsung menarik pistol dari kantong celananya dan menyuruh saya untuk tidak bergerak, 'Diam kalau tidak ditembak'," ucap Muslihun saat ditemui Tribun Medan, Kamis (3/8).
Sementara itu, pelaku lainnya pun mendekati laci lemari tempat penyimpanan uang dan mengeluarkan sekantong plastik. "Terus temannya masuk sini, ngambil uang dan juga rokok," ungkapnya.
Pelaku juga menanyakan soal uang yang berada di laci hanya sedikit, namun ia mengatakan jika uang tersebut telah digunakan untuk belanja beras. "Nggak ada uang lagi baru belanja beras. Terus mau ambil lagi rokoknya, kayak nggak cukup," tuturnya.
Atas kejadian tersebut, pihaknya mengalami kerugian diperkirakan mencapai Rp 800 ribu. "Uang diambil sama mereka mencapai Rp 800 ribu sama enam bungkus rokok," lanjutnya.
Baca juga: Dicuri Maling Saat Antar Paket, Polsek Medan Timur Serahkan Motor Driver Ojol
Muslihun mengungkap aksi pencurian itu tak berselang lama, hanya satu menit beraksi, keduanya kabur ke arah Medan Amplas. "Dua orang satu diantaranya membawa senpi rakitan melarikan diri ke arah amplas," tuturnya.
Menurutnya, berdasarkan keterangan dari pihak kepolisian mengatakan jika senjata api (senpi) yang digunakan para pelaku merupakan senpi rakitan. "Tadi dikonfirmasi sama polisi itu asli. Cuman rakitan," tegasnya.
Hingga kini, pihaknya pun berencana akan membuat laporan perampokan yang dialaminya ke Polsek Patumbak. "Sudah saya kasih tau sama bos, bosnya rencana mau hari ini membuat laporan," ujar Muslihun.
Muslihun berharap kepada pihak kepolisian segera menangkap para pelaku, supaya tidak ada lagi yang jadi korban. "Sering terjadi perampokan tapi engga pernah memakai pistol, biasanya ngambil jajanan abis itu kabur," pungkasnya. (cr9/Tribun-Medan.com)