Mencuci bahan makanan sering dianggap cara paling gampang buat jaga kebersihan dapur. Bak cuci piring pun jadi andalan, padahal tidak semua bahan makanan cocok dicuci di area ini.
Sejumlah pakar keamanan pangan menyebut kebiasaan ini justru bisa berbalik jadi boomerang. Bukannya bersih, dapur malah berisiko tercemar bakteri dari makanan yang dicuci.
Air yang memercik saat proses mencuci di bak cuci piring bisa menyebarkan bakteri ke permukaan meja, talenan, sampai bahan makanan lain yang sudah siap santap.
Selain soal keamanan, mencuci beberapa bahan tertentu juga bisa mengurangi kandungan gizinya atau merusak tekstur setelah dimasak.
Dilansir dari EatingWell (01/09/2026), berikut empat jenis makanan yang sebaiknya tidak dicuci di bak cuci piring:
1. Daging Mentah hingga Seafood Segar
Daging mentah lebih baik tidak dicuci terlebih dahulu. Foto: Getty Images/iStockphoto/tycoon751
|
Banyak orang punya kebiasaan mencuci daging ayam di bak cuci piring dengan alasan agar lebih bersih. Menurut ahli gizi Dani Dominguez, M.S., RDN, kebiasaan ini sebenarnya tidak dianjurkan oleh CDC maupun USDA di Amerika Serikat. Artinya daging ayam tidak perlu dicuci sebelum diolah.
Membilas daging ayam, kalkun, sapi, atau babi dalam kondisi mentah pada dasarnya tidak menghilangkan bakteri yang menempel di permukaannya.
Akan tetapi, cara ini malah berisiko menyebarkan bakteri ke area lain di dapur. "Percikan air bisa menyebarkan bakteri berbahaya ke permukaan dan bahan makanan lain," ujar Dominguez.
Hal serupa berlaku untuk makanan laut atau seafood. Chamali Kodikara, Ketua Divisi Keamanan Pangan dan Manajemen Kualitas di Institute of Food Technologists, mengatakan mencuci seafood sama sekali tidak efektif menyingkirkan bakteri berbahaya.
Sebagai gantinya, Kodikara menyarankan sistem zonasi di dapur, dengan memisahkan area dan alat masak untuk bahan mentah dengan makanan yang sudah siap santap. Setelah memasak, jangan lupa cuci tangan dan bersihkan permukaan dapur secara menyeluruh.
Cara paling ampuh membunuh bakteri sebenarnya cukup dengan memasak sampai matang sempurna. Daging unggas idealnya dimasak hingga suhu internal minimal 74°C daging sapi, babi, domba, ham mentah, serta makanan laut di suhu 63°C, sementara daging giling di suhu 71°C.
2. Telur dengan Cangkang
Telur mentah juga tidak perlu dicuci sebelum dimakan terutama jika sudah melalui proses pencucian sebelum dijual. Foto: iStock
|
Telur mentah tak perlu dicuci sebelum dimasak, terutama jika produk tersebut sudah melalui proses pencucian sebelum dikemas dan dijual.
Mencucinya kembali justru berisiko membuat cangkang yang rapuh retak sehingga membuka jalan bagi bakteri atau patogen masuk sebelum telur dimasak. Karena itu, telur sebaiknya langsung digunakan tanpa dibilas dengan air.
"Jika memang diperlukan, telur bisa dilap perlahan menggunakan kain kering atau sedikit lembap daripada membilasnya di bawah air mengalir," jelas Dominguez. Cara sederhana ini dinilai lebih aman untuk menjaga kondisi cangkang.
3. Jamur
Meski umumnya jamur dianjurkan untuk dicuci sebelum dimasak, tapi jamur masuk daftar ini. Bukan soal keamanan, tapi soal rasa dan tekstur jamur yang bisa terpengaruh jika dicuci.
Menurut Dominguez, jamur punya pori-pori besar yang gampang menyerap air. Kalau kebanyakan kena air, teksturnya bisa berubah lembek dan berair setelah dimasak.
Daripada direndam atau dicuci lama, cukup bilas sebentar saja, lalu sikat kotoran yang menempel pakai sikat khusus. Selanjutnya, keringkan dengan kain atau tisu dapur sebelum diolah.
4. Beras Fortifikasi
Mencuci beras sebelum dimasak menjadi kebiasaan yang umum dilakukan di berbagai negara, termasuk di Indonesia. Bahkan proses pencucian beras sebelum dimasak sudah jadi hal wajib.
Selain untuk menghilangkan kelebihan pati, sebagian orang mencucinya karena khawatir terhadap kandungan arsenik yang dapat terdapat pada beras.
Namun, Kodikara mengingatkan agar beras fortifikasi atau beras yang telah diperkaya nutrisi tidak dicuci secara berlebihan. Proses pencucian berulang dapat mengurangi mikronutrien yang sengaja ditambahkan, termasuk vitamin B dan zat besi.
Jika tidak bertujuan mendapatkan tekstur nasi tertentu, beras jenis ini sebaiknya tidak dibilas terlalu sering agar kandungan nutrisi tambahannya tetap terjaga saat dimasak.







