TRIBUNPALU.COM, PALU - Bentrokan antara warga Kelurahan Nunu dan Anoa kembali pecah di sekitar Jembatan Lalove, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (4/9/2026) dini hari.
Kericuhan terjadi sekitar pukul 01.30 Wita.
Kedua kubu terlibat saling serang setelah terdengar suara letusan petasan di sekitar lokasi.
Informasi mengenai bentrokan tersebut diterima TribunPalu.com dari sejumlah warga yang berada di sekitar kawasan Jembatan Lalove.
Baca juga: Karhutla Di Kabupaten Touna Hanguskan 210,02 Ha, Terjadi Sejak Awal Agustus 2026
Menurut informasi yang dihimpun, kedua kelompok sempat saling memprovokasi hingga situasi berkembang menjadi bentrokan.
Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena bersama Kapolsek Palu Selatan AKP Muhamad Kasim, Bhabinkamtibmas Kelurahan Nunu dan Tim Jaguar kemudian mendatangi lokasi.
Rombongan kepolisian tiba sekitar pukul 02.45 Wita untuk mengendalikan situasi dan meminta kedua kubu mundur ke wilayah masing-masing.
Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena mengatakan, bentrokan bermula setelah terdengar suara letusan.
"Yang saya dengar ada suara letusan, sehingga kedua belah pihak ini siap-siap. Intinya ini kan mereka dari dulu," katanya saat berada di lokasi bentrok.
Untuk mencegah bentrokan kembali terjadi, polisi menyiapkan pola pengamanan berlapis di kawasan tersebut.
Menurut Hari, sebelumnya sejumlah pos pengamanan telah ditempatkan di sekitar wilayah rawan.
Namun, ketika jumlah personel berkurang, kedua kelompok disebut kembali memanfaatkan kesempatan untuk melakukan aksi saling serang.
"Karena melihat polisi berkurang, akhirnya mereka cari-cari kesempatan. Untuk itu, kami akan melakukan penjagaan berlapis," tegasnya.
Setelah situasi mulai kondusif, kepolisian melanjutkan patroli di dua wilayah yang terlibat konflik untuk mengantisipasi munculnya kembali konsentrasi massa.
Baca juga: Penetapan Tersangka Rafiq Al Amri Dipersoalkan, Kuasa Hukum Beberkan Urutan Waktunya
Kapolresta Palu juga meminta tokoh masyarakat dari kedua pihak ikut berperan meredam situasi.
Ia berharap para tokoh masyarakat dapat mengingatkan warga agar tidak saling memprovokasi.
"Mau sampai kapan pertikaian ini, kasihan warga yang usaha," pungkasnya.
Bentrokan antara warga Nunu dan Anoa diketahui telah berlangsung sejak Juli 2026.
Konflik tersebut berawal dari kasus penikaman seorang petugas keamanan yang merupakan warga Nunu.
Ketegangan kembali berlanjut pada Agustus 2026 dan sempat menyebabkan satu bangunan usaha milik warga terbakar.
Baca juga: PMA Kuasai 94 Persen Investasi Sulteng, DPMPTSP Dorong Pelaku Usaha Lokal Naik Kelas
Polisi kini memperkuat pengamanan sebagai langkah antisipasi agar konflik tidak kembali meluas dan mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan Jembatan Lalove.(*)