Bukan Cuma Kekentalan, Ini yang Harus Dicek Sebelum Ganti Oli Mesin
Septian Pamungkas September 04, 2026 03:00 PM

Liputan6.com, Jakarta - Memilih oli mesin untuk kendaraan tidak cukup hanya dengan melihat merek atau harga. Setiap kendaraan memiliki karakteristik mesin dan kebutuhan pelumasan yang berbeda sehingga jenis oli yang digunakan perlu disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan.

Salah satu langkah paling penting yang perlu dilakukan pemilik kendaraan adalah mengecek rekomendasi oli yang tercantum dalam buku manual kendaraan. Informasi tersebut menjadi acuan utama untuk menentukan tingkat kekentalan sekaligus standar spesifikasi pelumas yang sesuai.

Rekomendasi pabrikan bukan sekadar formalitas. Produsen kendaraan telah menentukan karakteristik pelumas berdasarkan konstruksi mesin, sistem pelumasan, serta kebutuhan kerja mesin.

Penggunaan oli dengan spesifikasi yang tepat dapat membantu menjaga proses pelumasan komponen mesin tetap optimal sekaligus mendukung performa kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.

Pada kemasan oli, konsumen akan menemukan berbagai kode dan informasi spesifikasi. Salah satunya adalah SAE (Society of Automotive Engineers) yang menunjukkan tingkat kekentalan oli.

Sebagai contoh, oli dengan kode SAE 0W-20 atau 5W-30 memiliki karakteristik kekentalan yang berbeda pada kondisi temperatur tertentu.

Meski demikian, angka kekentalan tersebut tidak seharusnya menjadi satu-satunya pertimbangan ketika memilih oli mesin.

Dua produk oli yang memiliki tingkat kekentalan sama belum tentu mempunyai standar performa dan spesifikasi yang identik. Karena itu, konsumen perlu memperhatikan seluruh persyaratan pelumas yang ditetapkan pabrikan kendaraan.

Senior Analyst PCO & Specialties PT Pertamina Lubricants, Mulianto, mengatakan pemilik kendaraan perlu memahami spesifikasi oli dan tidak hanya berpatokan pada interval penggantian.

“Kami selalu mengimbau konsumen untuk tidak hanya memperhatikan waktu penggantian oli, tetapi juga memahami spesifikasi pelumas yang digunakan," ujarnya.

Menurut dia, pemilihan oli yang tepat dan penggantian secara berkala sesuai rekomendasi buku manual dapat membantu menjaga performa mesin dan memberikan pengalaman berkendara yang lebih nyaman.

“Selain itu, penggunaan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan juga menjadi bagian penting dalam menjaga kinerja kendaraan secara optimal," tambahnya.

Masih ada anggapan di kalangan pemilik kendaraan bahwa oli yang lebih kental otomatis memberikan perlindungan mesin yang lebih baik.

Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Oli yang terlalu kental dapat membuat karakteristik aliran pelumas tidak sesuai dengan kebutuhan mesin.

Sebaliknya, oli yang terlalu encer juga belum tentu memberikan karakteristik pelumasan yang dibutuhkan jika tidak sesuai dengan rancangan mesin.

Mulianto menjelaskan setiap kendaraan memiliki kebutuhan spesifikasi oli yang berbeda.

“Oli yang terlalu kental maupun terlalu encer dapat mempengaruhi performa pelumasan apabila tidak sesuai dengan karakteristik mesin. Karena itu, yang terpenting adalah menggunakan oli dengan spesifikasi yang direkomendasikan oleh pabrikan kendaraan," katanya.

Dengan demikian, mengganti oli menggunakan produk dengan tingkat kekentalan berbeda dari rekomendasi pabrikan tanpa alasan teknis yang jelas bukan merupakan langkah ideal.

Pemilik kendaraan sebaiknya menjadikan manual book sebagai rujukan utama sebelum menentukan produk pelumas yang akan digunakan.

Di pasaran tersedia beragam pilihan pelumas untuk kendaraan dengan kebutuhan yang berbeda. Salah satunya adalah lini pelumas Pertamina Fastron yang tersedia dalam berbagai tingkat kekentalan dan spesifikasi.

Namun, pemilihan produk sebaiknya tetap dimulai dari kebutuhan kendaraan, bukan sebaliknya.

Artinya, konsumen perlu mengetahui terlebih dahulu spesifikasi oli yang dipersyaratkan pabrikan. Setelah itu, barulah memilih varian oli Pertamina maupun produk pelumas lain yang memenuhi persyaratan tersebut.

Prinsipnya sederhana, bukan sekadar memilih oli yang bagus, tetapi memilih oli yang tepat untuk mesin yang digunakan.

Selain menentukan spesifikasi oli yang sesuai, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan waktu atau jarak tempuh penggantian oli.

Oli bekerja di dalam mesin dengan temperatur dan beban kerja yang tinggi. Seiring pemakaian, kualitas pelumas dapat mengalami perubahan sehingga penggantian secara berkala menjadi bagian penting dari perawatan kendaraan.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya mengikuti interval penggantian oli yang direkomendasikan dalam buku manual.

 

 

Penggunaan BBM Juga Perlu Diperhatikan

Kondisi penggunaan kendaraan juga perlu diperhatikan. Kendaraan yang sering digunakan menghadapi kemacetan, melakukan perjalanan jarak pendek secara berulang, membawa beban berat, atau beroperasi dalam kondisi tertentu dapat memiliki kebutuhan perawatan yang berbeda.

Mengabaikan jadwal penggantian oli berpotensi membuat sistem pelumasan tidak bekerja dalam kondisi yang optimal dan pada akhirnya dapat memengaruhi kinerja mesin.

Perawatan mesin kendaraan tidak hanya berkaitan dengan pemilihan dan penggantian oli. Jenis bahan bakar yang digunakan juga perlu disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi pabrikan.

Penggunaan BBM yang sesuai membantu kendaraan bekerja sebagaimana karakteristik yang telah dirancang oleh produsennya.

Karena itu, pemilik kendaraan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan harga atau kebiasaan ketika memilih BBM. Rekomendasi yang tercantum dalam buku manual kendaraan juga perlu menjadi pertimbangan.

Mulianto menambahkan, pemilihan BBM perlu diperhatikan untuk membantu menjaga performa mesin.

“Pemilihan BBM pun harus diperhatikan. Menggunakan BBM berkualitas yang sesuai dengan spesifikasi mesin dan rekomendasi buku manual kendaraan untuk menjaga performa mesin," sambungnya.

Pada akhirnya, menjaga performa kendaraan merupakan kombinasi dari sejumlah kebiasaan sederhana.

Pemilik kendaraan perlu menggunakan oli dengan spesifikasi yang tepat, menggantinya sesuai jadwal, memilih BBM berdasarkan rekomendasi pabrikan, serta melakukan perawatan kendaraan secara berkala.

Jadi, sebelum membeli oli, jangan langsung terpaku pada merek atau tingkat kekentalannya.

Buka kembali manual book kendaraan, cek spesifikasi yang dipersyaratkan, kemudian pilih produk pelumas yang benar-benar memenuhi rekomendasi tersebut.

Dengan cara ini, pemilik kendaraan dapat memastikan pelumas yang digunakan memang sesuai dengan kebutuhan mesin, bukan sekadar memilih berdasarkan anggapan bahwa merek tertentu atau oli yang lebih kental selalu lebih baik.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.