Breaking News: 7 Siswa SDN 59 Kota Bengkulu Dilarikan ke IGD Usai Santap MBG
Rita Lismini September 04, 2026 03:54 PM

Laporan Reporter TribunBengkulu.com, Beta Misutra

TRIBUNBENGKULU.COM, BENGKULU - Tujuh murid SD Negeri 59 Kota Bengkulu yang berada di wilyah Kecamatan Ratu Agung, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan, diduga usai menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (4/9/2026).

Para siswa tersebut dilaporkan mengalami sakit perut, mual, muntah hingga pusing. 

Kondisi itu mulai dirasakan sejumlah siswa sekitar 15 menit setelah mereka menyantap makanan MBG yang sebelumnya telah dibagikan di lingkungan sekolah.

Pihak sekolah yang mengetahui adanya keluhan tersebut langsung mengambil langkah cepat. 

Para siswa yang mengalami gangguan kesehatan dibawa untuk mendapatkan pertolongan medis.

Informasi yang dihimpun dari pihak SDN 59 Kota Bengkulu, para siswa sempat dibawa ke puskesmas. 

Namun, karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, mereka kemudian diarahkan menuju Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Harapan dan Doa (RSHD) Kota Bengkulu.

Guru Cium Aroma Tak Sedap dari Makanan

Dugaan adanya persoalan pada makanan MBG sebenarnya mulai diketahui pihak sekolah sebelum sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan.

Guru SDN 59 Kota Bengkulu, Ningrum Hartanto, mengatakan dirinya memiliki kebiasaan mencium makanan yang berada di dalam ombreng sebelum makanan tersebut dibagikan kepada siswa.

Kebiasaan itu dilakukan sebagai bentuk pengecekan sederhana untuk memastikan makanan yang diterima sekolah masih dalam kondisi layak dikonsumsi.

Pada Jumat pagi, sebelum makanan dibagikan kepada siswa kelas 2C, Ningrum melakukan pengecekan seperti biasanya. Saat itu, makanan yang diperuntukkan bagi siswa dinilai masih dalam kondisi aman.

Namun, situasi berbeda ketika Ningrum kembali ke ruang kantor dan membuka ombreng yang diperuntukkan bagi dirinya sendiri.

Saat itulah, Ningrum mencium aroma yang menurutnya sudah tidak sedap dari salah satu menu makanan.

“Saya buka ombreng yang diperuntukkan bagi saya. Saat saya mencium makanan tersebut, ternyata tercium bau yang sudah tidak enak, salah satunya sempol ayam,” ujar Ningrum.

Temuan tersebut kemudian disampaikan Ningrum kepada kepala sekolah dan operator sekolah.

Menurut Ningrum, kondisi serupa juga ditemukan pada makanan yang berada di ombreng miliknya dan milik operator sekolah.

“Baunya sudah tidak enak,” katanya.

Sejumlah Siswa Telanjur Menyantap Makanan

Meski imbauan telah disampaikan, sejumlah siswa diketahui sudah lebih dahulu menyantap makanan MBG yang dibagikan.

Tidak berselang lama, keluhan kesehatan mulai muncul dari siswa.

Ningrum mengatakan, sekitar 15 menit setelah anak-anak menyantap makanan, beberapa siswa mulai mengeluhkan sakit perut. Keluhan tersebut kemudian disertai muntah dan kepala terasa pusing.

“Sekitar 15 menit setelah anak-anak makan, mereka mengeluh sakit perut dan muntah-muntah. Kepala pusing,” jelas Ningrum.

Melihat kondisi tersebut, pihak sekolah tidak menunggu lebih lama. Siswa yang mengalami keluhan langsung dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan pertolongan medis.

Awalnya, para siswa dibawa ke puskesmas. Namun, setelah mendapatkan arahan dari pihak medis, siswa kemudian diarahkan untuk mendapatkan penanganan di IGD RSHD Kota Bengkulu.

“Awalnya kami membawa mereka ke puskesmas, akan tetapi kami diarahkan ke IGD,” ujar Ningrum.

Sedikitnya tujuh siswa akhirnya mendapatkan penanganan medis di RSHD Kota Bengkulu.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.