TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Banyak dari masyarakat yang belum mengetahui tentang desil yang menjadi indikator seseorang bisa mendapatkan bantuan atau tidak.
Istilah desil bansos, sederhananya desil merupakan kelompok yang menggambarkan tingkat kesejahteraan keluarga.
Pengelompokan ini digunakan pemerintah sebagai salah satu dasar dalam menentukan prioritas penerima bantuan sosial.
Desil membagi masyarakat berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi, mulai dari kelompok dengan tingkat kesejahteraan paling rendah hingga kelompok dengan tingkat kesejahteraan lebih tinggi.
Karena itu, mengetahui posisi desil keluarga menjadi penting, terutama bagi masyarakat yang menerima atau sedang mengajukan bantuan sosial.
Baca juga: Pembaruan Desil di bulan September, Cek Bansos di Laman Kemensos dan Arti Desil 1-10
Secara umum, pengelompokan desil menggambarkan posisi kesejahteraan keluarga dalam data sosial ekonomi pemerintah.
Kelompok desil 1 merupakan keluarga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah, sedangkan semakin besar angka desil menunjukkan tingkat kesejahteraan yang semakin tinggi.
Dalam penyaluran bansos, kelompok desil 1 hingga 4 menjadi kelompok yang diprioritaskan, sesuai ketentuan dan kriteria masing-masing program bantuan.
Beberapa program bantuan sosial yang menggunakan data sosial ekonomi pemerintah sebagai salah satu dasar penentuan penerima di antaranya Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan pangan, serta bantuan sosial lainnya.
Sementara itu, keluarga yang berada pada desil lebih tinggi belum tentu menjadi prioritas penerima bansos.
Masyarakat perlu mengecek data desilnya untuk mengetahui bagaimana posisi keluarganya dalam data sosial ekonomi pemerintah.
Jika kondisi ekonomi keluarga sebenarnya tergolong miskin atau rentan, tetapi posisi desil yang tercatat justru lebih tinggi, masyarakat dapat mengupayakan perbaikan data.
Sebaliknya, jika kondisi ekonomi keluarga sudah membaik, data juga perlu diperbarui agar penyaluran bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.
Data sosial ekonomi bukan sesuatu yang seharusnya dibiarkan tanpa diperiksa. Perubahan jumlah anggota keluarga, pekerjaan, pendapatan, kepemilikan aset, kondisi tempat tinggal, hingga kondisi sosial ekonomi lainnya dapat memengaruhi gambaran kesejahteraan sebuah keluarga.
Perlu dipahami, masyarakat tidak dapat menurunkan desil hanya dengan meminta angka desil diubah.
Desil merupakan hasil pengolahan data sosial ekonomi. Karena itu, apabila masyarakat merasa kondisi ekonominya tidak sesuai dengan data yang tercatat, yang perlu dilakukan adalah mengajukan perbaikan atau pemutakhiran data melalui mekanisme yang tersedia.
Masyarakat dapat menyampaikan kondisi sebenarnya kepada pemerintah desa atau kelurahan setempat untuk dilakukan verifikasi dan pemutakhiran data.
Data yang disampaikan harus sesuai dengan kondisi sebenarnya. Petugas kemudian dapat melakukan pengecekan dan verifikasi sebelum perubahan data diproses.
Artinya, yang diperbaiki bukan sekadar angka desilnya, tetapi data sosial ekonomi keluarga yang menjadi dasar pengelompokan tersebut.
Masyarakat juga perlu memahami bahwa desil bukan satu-satunya penentu seseorang otomatis mendapatkan bantuan sosial.
Setiap program bansos memiliki persyaratan dan ketentuan tersendiri. Karena itu, berada pada desil tertentu tidak selalu berarti seseorang pasti menerima semua jenis bantuan.
Namun, dengan mengetahui posisi desil dan memastikan data keluarga sesuai kondisi sebenarnya, masyarakat dapat lebih mudah memahami mengapa dirinya menerima, tidak menerima, atau tidak lagi menjadi prioritas suatu program bantuan.
Pemutakhiran data menjadi penting karena kondisi ekonomi masyarakat dapat berubah.
Keluarga yang sebelumnya mengalami kesulitan ekonomi bisa saja mengalami peningkatan pendapatan. Sebaliknya, keluarga yang sebelumnya relatif mampu juga dapat mengalami penurunan kondisi ekonomi akibat kehilangan pekerjaan, perubahan jumlah tanggungan, atau persoalan ekonomi lainnya.
Karena itu, masyarakat yang merasa data sosial ekonominya belum sesuai sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa dirinya tidak layak menerima bansos.
Langkah pertama adalah mengecek data dan mengetahui posisi desil keluarga.
Jika terdapat ketidaksesuaian, masyarakat dapat menempuh mekanisme pemutakhiran data melalui pemerintah desa atau kelurahan sesuai prosedur yang berlaku.
Data yang akurat dan terus diperbarui, penyaluran bansos diharapkan semakin tepat sasaran dan benar-benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.