Penampakan Kepulan Asap Karhutla di Kalimantan yang Terekam Satelit NASA, Kepung Wilayah Malaysia
khairunnisa September 04, 2026 05:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Viral penampakan asap kebakaran hutan dan lahan ( karhutla) di Kalimantan dari rekaman NASA.

Ternyata Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ikut "mengawasi" karhutla yang melanda sejumlah wilayah Indonesia. 

Melalui satelit Aqua, NASA merekam kepulan asap yang menyelimuti sebagian wilayah Indonesia. 

Kepulan ini terlihat tebal di Pulau Kalimantan hingga mencapai negara tetangga, Malaysia. 

Pemandangan tersebut terlihat dalam citra satelit yang diambil pada 1 September 2026 dan dibagikan NASA melalui akun X NASA Earth dan situs resminya Dalam gambar tersebut, sebagian besar Pulau Kalimantan tampak tertutup lapisan asap berwarna putih keabu-abuan. 

Pada gambar lain, terlihat pula ratusan titik merah yang tersebar di berbagai wilayah Kalimantan. 

Titik-titik merah tersebut menunjukkan lokasi anomali panas yang terdeteksi instrumen Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer (Modis) di satelit Aqua. 

Anomali panas ini menjadi indikasi adanya kebakaran di lokasi tersebut. 

Namun, satu titik merah tidak selalu berarti satu kebakaran yang berbeda. 

Satu kebakaran berukuran besar dapat menghasilkan beberapa titik deteksi sekaligus. 

"Api membara di Indonesia, yang tengah mengalami kekeringan parah dan meluas. Sebagian di antaranya merupakan kebakaran lahan gambut tropis yang terbakar perlahan, menghasilkan polusi udara lebih tinggi, dan sangat sulit dipadamkan," tulis NASA Earth dalam twitnya.

Baca juga: Jumlah Titik Kebakaran Hutan dan Lahan di Pulau Kalimantan, Warga Hirup Udara Tidak Sehat

Dampak karhutla Indonesia 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) mencatat kebakaran terjadi di berbagai daerah Indonesia, mulai dari Aceh, Lampung, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara. 

Di enam provinsi yang menjadi prioritas penanganan karhutla, titik api antara lain ditemukan di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. 

Di Kalimantan Barat, misalnya, ditemukan 46 titik api dengan luas lahan terbakar lebih dari 528 hektare. 

Kualitas udara dilaporkan berada dalam kategori berbahaya dengan jarak pandang kurang dari satu kilometer. 

Sementara di Sumatera Selatan, terdapat 20 titik api dengan luas kebakaran 98,5 hektare. 

Kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat dengan jarak pandang sekitar 5 sampai 7 kilometer. 

Di Pulau Sumatera, salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Provinsi Riau.

Sumber: Kompas.com 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.