SERAMBINEWS.COM - Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh tidak hanya berperan sebagai lembaga yang memberikan fatwa, pertimbangan keagamaan, atau pengkaderan ulama, tetapi juga sebagai motor penggerak persatuan umat melalui aksi kemanusiaan.
Berbekal semangat ukhuwah dan kepedulian sosial, MPU Aceh berhasil menghimpun dukungan masyarakat lintas kalangan untuk membantu korban bencana di Aceh, maupun masyarakat yang terdampak konflik dan krisis kemanusiaan di berbagai wilayah, termasuk Gaza, Palestina.
Ketua MPU Aceh, Tgk H Faisal M Ali SSosI MPd atau akrab disapa Abu Sibreh, mengatakan, ulama memiliki tanggung jawab yang lebih luas daripada sekadar menyampaikan hukum-hukum agama. Ulama juga memiliki kewajiban mengajak masyarakat membangun solidaritas, gotong royong, dan kepedulian terhadap sesama, sebagai bagian dari ajaran Islam.
“Ulama itu bukan hanya berperan dalam konteks mengajak orang kepada ibadah-ibadah mahdhah, tapi kita juga bergerak mengajak bersama-sama bagaimana kita harus peduli terhadap saudara-saudara kita yang tertimpa musibah, baik yang ada di dalam negeri ataupun juga di luar negeri,” ujar Abu Sibreh.
Ia menegaskan, semangat ta’awun atau saling tolong-menolong harus terus digelorakan agar masyarakat tidak hanya kuat dalam ibadah, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap persoalan sosial yang dihadapi oleh sesama umat manusia.
Abu Sibreh menilai, pengalaman panjang masyarakat Aceh menghadapi konflik bersenjata, tsunami, gempa bumi hingga banjir menjadi pelajaran berharga yang membentuk karakter masyarakat untuk lebih peduli terhadap penderitaan orang lain.
Ia mengingatkan, ketika Aceh dilanda berbagai musibah, bantuan datang dari berbagai penjuru dunia. Karena itu, sudah sepatutnya masyarakat Aceh membalas kepedulian tersebut dengan membantu daerah maupun negara lain yang sedang mengalami musibah.
“Aceh pernah merasakan musibah konflik bersenjata, maka juga kita harus merasakan apa yang sudah kita rasakan dulu, bagaimana sekarang dirasakan oleh masyarakat Palestina. Kita pernah merasakan tsunami, maka di daerah lain juga ada bencana banjir dan sebagainya,” katanya.
Nilai kemanusiaan inilah yang terus ditanamkan MPU kepada masyarakat. Kepedulian tersebut diwujudkan melalui penggalangan donasi bagi korban bencana di berbagai daerah maupun bantuan kemanusiaan untuk Palestina yang dilakukan secara berkelanjutan.
Dihimpun secara transparan
Keberhasilan MPU Aceh menghimpun donasi dalam jumlah besar, tidak terlepas dari kepercayaan masyarakat. Abu Sibreh menjelaskan, seluruh penggalangan dana dilakukan secara transparan melalui rekening khusus, dan seluruh bantuan disalurkan kepada lembaga resmi yang diakui pemerintah.
Menurutnya, gerakan kemanusiaan yang dilakukan MPU bukanlah bagian dari kewenangan formal lembaga, melainkan inisiatif moral untuk mengajak masyarakat bersama-sama dan bersatu menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
“Kita sangat transparan. Kita buka rekening bank khusus untuk menghimpun donasi dan rincian jumlah donasinya juga beberapa kali dipublikasi di Koran Serambi Indonesia. Setelah kita mendapatkan kepercayaan masyarakat, langsung kita distribusikan ke lembaga yang memang diakui oleh pemerintah,” ungkap Abu Sibreh.
Pendekatan tersebut berhasil menggerakkan seluruh elemen masyarakat. Bahkan, menurut Abu Sibreh, kepedulian itu tidak dibatasi oleh perbedaan agama maupun latar belakang karena yang diutamakan adalah nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.
“Dalam konteks kemanusiaan ini bukan karena tanggung jawab pekerjaan, bukan karena kewenangan yang diberikan ke MPU Aceh, tetapi ini semata-mata karena nilai-nilai kemanusiaan yang harus kita junjung tinggi bersama,” kata Abu Sibreh. (*)
Jejak Aksi Kemanusiaan MPU Aceh
* Menyerahkan donasi Rp 1 miliar untuk rakyat Palestina melalui BAZNAS RI, 28 April 2026
* Menyerahkan donasi Rp 200 juta untuk Palestina melalui NU LAZISNU-PBNU, 28 April 2026
* Menyerahkan donasi Rp 1 miliar untuk Palestina melalui MUI dan NU LAZISNU-PBNU, 6 November 2024
* Membentuk Tim Peduli Bencana Alam MPU Aceh, Desember 2025
* Menyalurkan berbagai bantuan bagi korban bencana di Aceh, 2025-2026
Donasi Disalurkan ke Gaza
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI sudah menunaikan sebagian amanah infak atau donasi kemanusiaan Palestina dari masyarakat Aceh melalui Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh.
Dari Rp 1 miliar infak yang disalurkan melalui BAZNAS pada April 2026, sebanyak Rp 500 juta diimplementasikan dalam bentuk sedekah daging melalui program Kurban Berkah untuk Palestina 2026.
Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat Palestina di Gaza, Al-Quds, serta Suriah pada momentum Idul Adha 1447 Hijriah, 27-29 Mei 2026 Dalam pelaksanaannya, bantuan kurban dan sedekah daging tersebut diwujudkan dalam beberapa bentuk.
Untuk Gaza, bantuan berupa lima paket daging segar masing-masing seberat 2 kilogram. Sementara di Al-Quds, disalurkan satu ekor sapi, sedangkan untuk Suriah diberikan 20 ekor domba.
Selain itu, terdapat 1.470 kaleng daging yang ditujukan bagi warga Palestina di Gaza. Pendistribusian daging dalam bentuk kaleng tersebut direncanakan berlangsung pada Agustus-September 2026, dengan mempertimbangkan kondisi dan situasi perbatasan di wilayah tersebut.
BAZNAS RI menyampaikan apresiasi atas kepercayaan masyarakat Aceh dan MPU Aceh dalam menitipkan amanah kemanusiaan tersebut. “Terima kasih atas kepercayaan masyarakat Aceh dan Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh. Kami turut mendoakan semoga Allah SWT menerima setiap kebaikan yang telah ditunaikan, melimpahkan keberkahan bagi masyarakat Aceh dan keluarga besar MPU Aceh, serta menjadikan sedekah ini membawa manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi para penerima manfaat,” kata BAZNAS dalam pernyataannya. (*)