Kebakaran Pabrik Sabun di Simalungun Sumut Tewaskan 3 Pekerja, Ada yang Baru Setahun Menikah
Sinta Darmastri September 04, 2026 06:08 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Tangis dan duka menyelimuti keluarga korban kebakaran pabrik sabun PT Evyap di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

Kebakaran hebat yang terjadi pada Kamis, 3 September 2026, tersebut tidak hanya menghanguskan bagian bangunan pabrik, tetapi juga merenggut nyawa tiga pekerja.

Salah satu keluarga yang kini harus menerima kenyataan pahit itu adalah Mariana, istri Nasri Efendi (43), salah seorang korban dalam insiden tersebut.

Mariana diketahui baru sekitar satu tahun menjalani kehidupan rumah tangga bersama Nasri. Kepergian sang suami secara mendadak membuat dirinya harus menghadapi masa depan bersama anak-anak tanpa sosok kepala keluarga.

Baca juga: Detik-detik Mencekam Kebakaran Melanda Pabrik Sabun di Simalungun, Renggut Nyawa 3 Pekerja

Kebakaran Dilaporkan Sekitar Pukul 10.10 WIB

Peristiwa kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.10 WIB di bagian building pabrik PT Evyap.

Informasi awal menyebutkan, kobaran api diduga pertama kali muncul dari lantai 3 atau 4 bangunan. Sebelum api membesar, terdengar suara dentuman yang membuat situasi di dalam gedung semakin panik.

Hingga sekitar pukul 14.00 WIB, penyebab pasti kebakaran masih belum diketahui. Petugas masih melakukan penyelidikan untuk memastikan sumber api dan faktor yang memicu terjadinya kebakaran.

Di tengah kepanikan tersebut, Nasri disebut sempat berusaha menyelamatkan diri. Berdasarkan keterangan keluarga, korban bahkan berupaya keluar dari gedung dengan melompat dari lantai 6 ketika api mulai berkobar.

Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Tiga Pekerja Meninggal Dunia

Kebakaran tersebut mengakibatkan tiga pekerja meninggal dunia. Ketiganya diketahui bekerja sebagai helper las dari vendor konstruksi PT Nirwana Mahanuputra.

Ketiga korban masing-masing adalah Nasri Efendi, MHD Rivaldi, dan Sumadi.

Ketiganya diketahui sama-sama berasal dari Kabupaten Batubara, Sumatera Utara.

Kabar duka tersebut tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga masing-masing korban. Mereka harus kehilangan orang terdekat secara tiba-tiba akibat insiden yang hingga kini masih dalam proses penyelidikan.

Kebakaran melanda pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.
Kebakaran melanda pabrik PT Evyap Sabun Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026) sekitar pukul 10.00 WIB. (Istimewa)

Istri Korban Berharap Pendidikan Anak Tetap Terjamin

Di tengah rasa kehilangan yang begitu besar, Mariana menyampaikan harapan agar ada perhatian dari pihak perusahaan terhadap keberlangsungan hidup anak-anak yang ditinggalkan Nasri.

Baginya, kehilangan suami bukan hanya berarti kehilangan pasangan hidup, tetapi juga sosok yang selama ini menjadi bagian penting dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Terlebih, anak-anak Nasri masih memiliki perjalanan panjang dalam menempuh pendidikan.

Mariana berharap, perhatian dan dukungan perusahaan dapat membantu memastikan pendidikan anak-anaknya tetap berjalan meski sang ayah telah tiada.

Harapan tersebut menjadi salah satu bentuk perjuangan Mariana untuk menjaga masa depan anak-anaknya setelah kepergian Nasri.

Baca juga: Kronologi Kebakaran Hebat Melanda TPA Putri Cempo di Solo, Penyebab Belum Diketahui, Kesaksian Warga

Polisi Masih Selidiki Penyebab Kebakaran

Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait insiden maut tersebut.

Kasih Humas Polres Simalungun AKP Feri Purba mengatakan proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran yang terjadi di lingkungan pabrik.

Petugas juga masih mendalami sejumlah informasi terkait awal mula munculnya api, termasuk dugaan sumber kebakaran yang berada di lantai 3 atau 4 serta suara dentuman yang terdengar sebelum kobaran api membesar.

Penyelidikan diharapkan dapat memberikan gambaran utuh mengenai kronologi kejadian sekaligus memastikan penyebab kebakaran yang menewaskan tiga pekerja tersebut.

Bagi keluarga korban, terungkapnya penyebab insiden bukan hanya penting untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mendapatkan kepastian dan keadilan atas musibah yang telah merenggut orang-orang tercinta mereka. (TribunStyle.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.