Kota Jambi (ANTARA) - Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH) Diaz Hendropriyono mendorong perusahaan konsesi di Jambi melakukan peremajaan sekat kanal untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah tersebut.
"Saya minta beberapa perusahaan yang ada di Jambi walaupun di luar konsesi mereka untuk ikut membantu membuat sekat kanal, membantu mentransfer (mengalirkan) air, dari sungai-sungai terdekat," katanya di Jambi, Jumat.
Menurut dia, program peremajaan kanal yang mulai mengalami pendangkalan dinilai penting untuk mengaliri, memasok air dari sungai terdekat ke wilayah rawan atau terdampak kebakaran khususnya di area lahan gambut.
Untuk itu, dirinya meminta perusahaan lain di Jambi, terutama yang berada di sekitar area konsesi dapat mencontoh perusahaan yang telah menerapkan sistem transfer air dari sungai terdekat.
Dirinya menambahkan, untuk menekan peristiwa karhutla, pemerintah melalui Kementerian LH tengah menyusun surat edaran moratorium untuk memblokir seluruh aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, tanpa pengecualian.
Diaz mengungkapkan, peraturan daerah (perda) yang sebelumnya mengizinkan pembukaan lahan berbasis kearifan lokal sebagaimana turunan dari UU No. 32 Tahun 2009 Pasal 69 Ayat 2 sementara waktu akan ditangguhkan.
Penangguhan itu dianggap penting di tengah kondisi darurat kebakaran yang melanda Tanah Air.
Saat kunjungan di Jambi, Wamen meninjau program pengelolaan intake air dari sungai, penggunaan sistem pompa bertingkat (estafet), hingga penyediaan bak penampungan di salah satu perusahaan konsesi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
"Pemadaman dan pengendalian tidak bisa dilakukan sendiri (pemerintah), semua harus bahu membahu, gotong royong memberikan bantuan," katanya.





