Jakarta (ANTARA) - Kementerian Agama memastikan segera menyelenggarakan Pendidikan Profesi Guru (PPG) Dalam Jabatan (Daljab) 2026 yang menjadi bentuk perhatian dan keberpihakan terhadap peningkatan kompetensi serta profesionalisme guru.

“Kehadiran negara itu sangat penting sekali dan kita akan bekerja keras untuk menyelenggarakan PPG Dalam Jabatan tahun 2026 ini,” ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Amien Suyitno di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan PPG Daljab 2026 akan menggunakan alokasi anggaran belanja tambahan (ABT) yang saat ini sudah memasuki proses final.

Sejalan dengan itu, Kemenag menggelar Rapat Koordinasi Panitia Nasional Pendidikan Profesi Guru Kementerian Agama di Jakarta.

Dia mengatakan negara harus hadir dalam mendukung peningkatan kualitas guru.

Oleh karena itu, Kemenag akan terus mengupayakan agar penyelenggaraan PPG Daljab 2026 dapat berjalan dengan baik.

Selain persiapan penyelenggaraan program, Kemenag juga memberi perhatian serius terhadap tingkat kelulusan peserta PPG Daljab 2026.

Ia berharap, pelaksanaan PPG tahun ini mampu meminimalkan jumlah peserta yang tidak lulus.

Menurut dia, kualitas dan kesiapan peserta PPG saat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya.

“Yang terakhir, yang paling penting juga penyelenggaraan PPG tahun ini agar meminimalisasi betul yang tidak lulus,” kata Suyitno.

Ia menilai perkembangan kualitas peserta dari tahun ke tahun semakin positif.

Kondisi tersebut diharapkan dapat menekan kasus ketidaklulusan seperti yang pernah terjadi pada pelaksanaan sebelumnya.

“Kalau sekarang yang saya lihat sudah semakin bagus, hampir tidak ada yang seperti dulu-dulu, kecuali yang sangat parah,” kata dia.

Dia mengatakan PPG Daljab 2026 tidak hanya menjadi kesempatan bagi guru untuk mengikuti pendidikan profesi.

Program ini juga diharapkan dapat memastikan proses pembelajaran dan penilaian berjalan optimal, sehingga semakin banyak peserta mampu menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan.

Dengan segera diselenggarakan PPG Daljab 2026, para guru yang menjadi sasaran program diharapkan mulai mempersiapkan diri.

Guru juga diminta terus mengikuti informasi resmi Kementerian Agama terkait tahapan, persyaratan, hingga mekanisme pelaksanaan program.