Persebaya Waspadai Debut Oscar Bruzon di Laga Kontra Bhayangkara FC
Titis Jati Permata September 04, 2026 06:32 PM

 

SURYA.co.id, SURABAYA - Persebaya Surabaya tidak ingin terlena dengan catatan impresif selama pramusim saat bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan pertama Super League 2026/2027.

Pertandingan kedua tim akan berlangsung di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung, Sabtu (5/9/2026) sore.

Persebaya datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah melalui tujuh pertandingan pramusim tanpa kekalahan.

Tim Bajul Ijo bahkan berhasil mengangkat trofi Piala Presiden 2026.

Namun, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menilai hasil tersebut tidak otomatis menjadi jaminan menghadapi Bhayangkara FC.

"Apa yang kami lakukan sebelumnya tidak akan membantu kita besok," kata Bernardo Tavares.

Menurut pelatih asal Portugal tersebut, timnya harus kembali bekerja keras dan memperbaiki permainan sebelum menjalani pertandingan perdana kompetisi resmi.

"Jadi kami perlu bekerja keras hari ini untuk menjadi tim yang lebih baik dan memiliki permainan yang lebih baik," tambahnya.

Racikan Oscar Bruzon Jadi Perhatian

Salah satu hal yang membuat Bernardo Tavares waspada adalah kehadiran Oscar Bruzon sebagai pelatih baru Bhayangkara FC.

Bruzon menggantikan Paul Munster yang musim lalu sukses membawa Bhayangkara FC finis di posisi kelima.

Kehadiran pelatih asal Spanyol tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi Persebaya karena ia memiliki rekam jejak prestasi sebelum datang ke Indonesia.

Pada musim 2025/2026, Bruzon membawa East Bengal menjuarai Indian Super League (ISL), sekaligus mengakhiri penantian 22 tahun klub tersebut untuk meraih gelar.

Bernardo menilai pergantian pelatih justru membuat Bhayangkara FC sulit diprediksi.

"Mereka mengganti pelatih yang sudah menunjukkan performa bagus di liga ini, itu berarti pelatih yang datang lebih baik," kata Bernardo.

Perombakan Skuad Bukan Keuntungan Persebaya

Bhayangkara FC juga melakukan perubahan besar pada komposisi pemain untuk musim baru.

Namun, Bernardo tidak menganggap kondisi tersebut sebagai keuntungan bagi Persebaya.

Sebaliknya, ia melihat Bhayangkara FC memiliki kesempatan untuk mempelajari permainan Persebaya selama pramusim.

Persebaya memang menjalani seluruh pertandingan pramusim secara langsung atau live sehingga calon lawan memiliki cukup bahan untuk menganalisis permainan mereka.

"Kami belum pernah menyaksikan pertandingan mereka. Jadi, kami mengenal para pemainnya, tetapi kami tidak bisa mengetahui banyak hal tentang bagaimana pelatih ini ingin bermain," terang Bernardo.

Situasi tersebut membuat Persebaya harus mengandalkan pemahaman terhadap karakter para pemain Bhayangkara FC yang kini menghuni skuad.

"Kami membayangkan pelatih baru ingin memaksimalkan potensi para pemain sesuai dengan karakteristik mereka," ucap pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Karena itu, Persebaya harus bersiap menghadapi kemungkinan perubahan pendekatan permainan yang diterapkan Bruzon.

"Jadi kami harus siap sesuai dengan karakteristik pemain dan juga strategi yang mungkin bisa dilakukan pelatih ini," pungkas Bernardo.

Yann Mabella Ingatkan Sulitnya Lawan Bhayangkara

Penyerang Persebaya, Yann Mabella, juga menyadari laga perdana Super League 2026/2027 tidak akan berjalan mudah.

Terlebih, Persebaya memiliki catatan kurang baik saat menghadapi Bhayangkara FC pada musim lalu.

Dalam dua pertemuan, Persebaya gagal meraih kemenangan.

Bajul Ijo bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas Bhayangkara FC, kemudian kalah 1-2 ketika bermain di kandang sendiri.

Mabella menyebut pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa Bhayangkara FC merupakan lawan yang sulit.

"Laga melawan mereka selalu sulit dan kami tahu tantangan berat sudah menanti di sana," kata Yann Mabella.

Meski demikian, pemain asal Kongo itu memastikan Persebaya tidak ingin terlalu memikirkan catatan pertemuan sebelumnya.

"Namun, kami fokus pada tugas kami sendiri sebagai satu tim. Target kami selalu memberikan 100 persen di lapangan," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.