UK Petra-PGPI Jalin MoU, Buka Akses Beasiswa bagi Anak Gereja di Daerah
Wiwit Purwanto September 04, 2026 06:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Universitas Kristen Petra (UK Petra) dan Persatuan Gereja-Gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Nasional menjalin kerja sama strategis untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi anak-anak dari jaringan gereja di berbagai daerah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) di UK Petra, Jumat (4/9/2026). Salah satu bentuk implementasinya berupa pemberian beasiswa bagi calon mahasiswa dari jaringan gereja di bawah naungan PGPI.

Selain beasiswa, kedua pihak sepakat memperkuat kapasitas kelembagaan secara timbal balik. PGPI akan mendukung pembekalan holistik dan kerohanian bagi sivitas akademika UK Petra, sedangkan UK Petra memberikan pelatihan tata kelola manajemen institusi serta bidang relevan lainnya bagi PGPI.

Ketua Umum PGPI Pdt. Dr. Jason Balompapueng mengatakan, kerja sama tersebut diharapkan membuka kesempatan pendidikan bagi anak-anak jemaat gereja, khususnya mereka yang berada di daerah dan selama ini memiliki keterbatasan akses pendidikan.

“Kita gereja-gereja aliran Pentakosta memang tersebar. Mungkin ada kurang lebih 53 ribu gereja lebih. Hampir tiap desa itu ada gereja. Karena sebagian besar ada di desa-desa, kita tahu kemampuan dari desa-desa itu sendiri dalam hal pendidikan masih terbatas,” kata Jason.

Baca juga: Pemkot Surabaya Temukan Anak Usia 5-6 Tahun Belum PAUD, Siapkan Beasiswa

Menurut Jason, kondisi tersebut membuat masih banyak anak-anak dari keluarga pendeta yang memiliki potensi akademik, tetapi belum mendapatkan kesempatan pendidikan tinggi secara optimal.

“Banyak anak-anak mereka yang sebenarnya mungkin bibit-bibit unggul, tapi tidak tersentuh. Saya berterima kasih dengan UK Petra karena kita membuat sebuah MoU atau kerja sama ini. Ini akan merupakan sebuah era baru dan lompatan bagi gereja aliran Pentakosta supaya anak-anak kita bisa mendapatkan pendidikan yang lebih baik, lebih layak,” ujarnya.

Jason menilai pendidikan merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun peradaban sekaligus meningkatkan kontribusi masyarakat terhadap bangsa.

“Kita tahu pendidikan adalah dasar utama dari peradaban suatu bangsa. Dengan mereka mendapatkan pendidikan yang baik, jemaat gereja aliran Pentakosta bisa turut berkontribusi secara aktif dan penuh dalam membangun masyarakat dan bangsa Indonesia,” katanya.

Beasiswa untuk Anak dari Daerah

Rektor UK Petra Prof. Dr. (H.C.) Ir. Rolly Intan, M.A.Sc., Dr.Eng. mengatakan, pihaknya terbuka memberikan kesempatan pendidikan kepada anak-anak berpotensi dari daerah yang memiliki keterbatasan akses pendidikan.

Baca juga: UK Petra Punya Ide Baru Behind the Scene Tour KBS, Wisatawan Diajak ke Balik Layar Perawatan Satwa

“UK Petra terpanggil untuk ikut ambil bagian dalam kerja sama ini, memberikan sebuah kesempatan bagi adik-adik yang mungkin di daerah untuk bisa ambil bagian dalam proses pendidikan yang lebih baik,” kata Rolly.

Menurut Rolly, pendidikan dan pengembangan keilmuan tidak seharusnya dipisahkan secara kaku dari nilai-nilai iman. Berbagai bidang keilmuan dapat menjadi sarana untuk memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.

“Semua kebenaran adalah kebenaran Allah. Dalam arti, tidak ada lagi kita harus memisahkan mana yang sakral dan mana yang sekuler,” ujarnya.

Karena itu, ia menilai bangsa membutuhkan tenaga profesional yang tidak hanya memiliki kompetensi, tetapi juga integritas dan nilai moral.

“Bangsa ini membutuhkan businessman-businessman Kristen yang takut akan Tuhan. Kalau kita jadi seorang businessman, businessman yang profesional, tetapi hati hamba Tuhan, hati Kristus,” katanya.

Rolly menegaskan, UK Petra tidak menetapkan kuota kaku dalam penerimaan mahasiswa melalui skema beasiswa tersebut. Kesempatan akan diberikan kepada calon mahasiswa yang dinilai memiliki potensi dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan.

“Kami di Petra sendiri tidak men-setup ada sebuah kuota tertentu. Begitu ada kesempatan, bagi kami kalau ada anak-anak yang bagus, yang baik, justru itu adalah berkat bagi UK Petra untuk mendidik mereka,” tuturnya.

Ia mencontohkan lima mahasiswa asal Papua yang sebelumnya diterima di UK Petra dengan dukungan beasiswa khusus. Biaya pendidikan mereka kemudian mendapat dukungan dari seorang pengusaha setelah mengetahui misi UK Petra.

“Ini anak-anak hebat. Sering kali saya katakan mereka ini seperti mutiara dari timur,” katanya.

Perkuat Kapasitas Kelembagaan

Dalam implementasi awal MoU, PGPI akan membentuk komite seleksi khusus untuk melakukan penyaringan calon penerima beasiswa. UK Petra akan terlibat dalam proses tersebut guna memastikan calon penerima memenuhi kriteria akademik dan integritas yang ditetapkan universitas.

Kerja sama ini juga mencakup penguatan kelembagaan kedua pihak. PGPI akan memberikan pembekalan holistik dan kerohanian bagi sivitas akademika UK Petra, sedangkan UK Petra memberikan pelatihan tata kelola manajemen institusi bagi PGPI.

Terwujudnya kerja sama tersebut turut diinisiasi dan difasilitasi Budi Laopan, CEO PT ABS Moderen, yang menjembatani komunikasi antara UK Petra dan PGPI hingga penandatanganan MoU terlaksana.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.