Kasus ISPA di Riau Melonjak, Tembus 6.602 Kasus dalam 13 Hari, Pekanbaru Tertinggi
Muhammad Ridho September 04, 2026 07:19 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di Provinsi Riau terus bertambah sepanjang paruh kedua Agustus 2026. Dalam periode 19 hingga 31 Agustus, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Riau mencatat sebanyak 6.602 kasus ISPA yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan pada 31 Agustus saja terdapat penambahan sebanyak 915 kasus ISPA.

“Jumlah total kasus ISPA di Provinsi Riau dari tanggal 19 sampai 31 Agustus 2026 sebanyak 6.602 kasus. Pada tanggal 31 Agustus ada penambahan 915 kasus ISPA,” kata Zulkifli, Jum'at (4/9/2026).

Angka tersebut bertambah cukup cepat dibandingkan data beberapa hari sebelumnya.

Hingga 26 Agustus 2026, jumlah kasus ISPA yang tercatat selama periode 19-26 Agustus masih sebanyak 1.960 kasus.

Dengan demikian, dalam lima hari berikutnya, yakni 27 hingga 31 Agustus, terdapat tambahan 4.642 kasus yang masuk dalam pencatatan Dinkes Riau.

Pada data hingga 26 Agustus, Pekanbaru sudah menjadi daerah dengan kasus tertinggi dengan 563 kasus, disusul Pelalawan 535 kasus. Selanjutnya Siak tercatat 198 kasus, Kampar 195 kasus, Kuantan Singingi 181 kasus, Rokan Hulu 114 kasus, Rokan Hilir 68 kasus, Bengkalis 51 kasus, Indragiri Hulu 28 kasus, dan Dumai 27 kasus.

Jumlah tersebut terus bertambah hingga akhir Agustus. Berdasarkan data kumulatif 19-31 Agustus 2026, Pekanbaru tetap menjadi daerah dengan jumlah kasus ISPA tertinggi, mencapai 1.674 kasus.

Pelalawan berada di urutan berikutnya dengan 996 kasus, kemudian Kampar 731 kasus dan Siak 674 kasus. Kuantan Singingi mencatat 549 kasus, Rokan Hulu 478 kasus, Indragiri Hulu 363 kasus, Dumai 358 kasus, dan Bengkalis 298 kasus.

Sementara itu, Kepulauan Meranti mencatat 248 kasus, Rokan Hilir 164 kasus, sedangkan Indragiri Hilir menjadi daerah dengan jumlah kasus paling sedikit dengan 69 kasus.

Meski secara kumulatif jumlah kasus terus bertambah, Zulkifli sebelumnya mengatakan perkembangan kasus sejauh ini belum menunjukkan peningkatan yang dinilai signifikan. Namun, kondisi kabut asap dan memburuknya kualitas udara membuat langkah pencegahan tetap harus diperkuat.

Menurutnya, upaya pencegahan penting dilakukan agar paparan asap tidak berkembang menjadi gangguan kesehatan yang lebih serius, terutama bagi masyarakat yang setiap hari harus beraktivitas di luar rumah.

“Agar tidak terjadi peningkatan kasus, kami terus mengedepankan langkah preventif dengan mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar,” imbau Zulkifli.

Selain mengingatkan masyarakat untuk mengurangi paparan asap, Dinkes Riau juga memperkuat kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai langkah antisipasi apabila muncul pasien dengan keluhan akibat kualitas udara yang memburuk.

Baca juga: Warga Pekanbaru Terdampak ISPA Sudah 706 Kasus, Begini Imbauan DPRD ke Pemerintah dan Masyarakat

Puskesmas di daerah telah diminta menyiagakan tim pelayanan kegawatdaruratan. Ketersediaan oksigen juga dipastikan sebagai pertolongan awal, terutama bagi masyarakat yang datang dengan keluhan sesak napas.

“Di Puskesmas sudah ada tim layanan emergency. Oksigen juga sudah disiapkan dan distandby-kan sebagai pertolongan pertama bagi pasien yang mengalami sesak napas,” kata Zulkifli.

Pihaknya juga meminta masyarakat tidak hanya memperhatikan kondisi udara ketika berada di luar rumah. Saat kabut asap semakin pekat, kualitas udara di dalam rumah juga perlu dijaga dengan mengurangi bukaan atau ventilasi yang memungkinkan asap dari luar masuk ke dalam ruangan.

Perhatian lebih besar terutama diperlukan bagi kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan. Kelompok tersebut diminta lebih berhati-hati dan sebisa mungkin mengurangi aktivitas di luar rumah ketika kualitas udara memburuk.

Zulkifli mengingatkan warga agar tidak mengabaikan gejala yang muncul setelah terpapar kabut asap. Keluhan seperti sesak napas, mata perih maupun mual perlu mendapat perhatian, terutama apabila kondisinya tidak kunjung membaik.

“Warga juga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan seperti sesak napas, mata perih atau mual,” katanya.

(Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.